Rachmanda, Mutiah (2026) UPAYA TRANSNATIONAL ADVOCACY NETWORKS AMNESTY INTERNATIONAL MELALUI BOOMERANG PATTERN DALAM MENGADVOKASI HAK PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN DI AFGHANISTAN. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (503kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (829kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (355kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (479kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (143kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2..pdf Download (422kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (694kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (387kB) | Preview |
Abstract
Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana Amnesty International, sebagai salah satu aktor advokasi transnasional, berupaya menghubungkan suara aktivis domestik yang terhambat oleh represi rezim Taliban dengan tekanan internasional untuk menuntut pemulihan hak pendidikan perempuan, yang dimana mendeskripsikan kondisi pemenuhan hak pendidikan perempuan di Afghanistan serta keterbatasan ruang advokasi domestik di bawah rezim Taliban pasca 2021. Menganalisis mekanisme dan strategi yang digunakan oleh Amnesty International melalui boomerang pattern dalam mengadvokasi hak pendidikan bagi perempuan di Afghanistan, mengevaluasi dinamika serta hambatan dalam upaya Amnesty International dalam memperjuangkan pemulihan hak pendidikan perempuan di Afghanistan dengan pola bumerang yang berfokus pada gerakan Amnesty International yang pada dasarnya diperlukan metode atau pendekatan penelitian, yang dimana penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan, dengan fokus pembahasan pada upaya Transnational Advocacy Networks (TANs) melalui mekanisme boomerang pattern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taliban secara sistematis membatasi akses pendiidkan perempuan dan menutup ruang advokasi domestik, sehingga mendorong aktivis lokal mencari dukungan dari jaringan internasional. Amnesty International kemudian memainkan peran penting melaui strategi information politics, symbolic politics, leverage politics, dan accountability politics untuk menjaga isu ini tetap menjadi perhatian global. Meskipun demikian, upaya advokasi tersebut masih di batasi oleh ketahanan rezim Taliban terhadap tekanan eksternal dan legitimasi yang mereka klaim melalui interpretasi budaya serta agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa boomerang pattern tetap relevan sebagai strategi advokasi dalam konteks rezim represif, meskipun hasil perubahan kebijakan masih belum tercapai. Kata kunci: Transnational Advocacy Networks, boomerang pattern, Amnesty International
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 09:04 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 09:04 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84638 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
