Putri, Syifa Aprillia (2026) RIVALITAS GEOEKONOMI CHINA DAN AMERIKA SERIKAT MELALUI BELT AND ROAD INITIATIVE DAN BLUE DOT NETWORK SERTA IMPLIKASI TERHADAP KETERGANTUNGAN EKONOMI DI KAWASAN ASIA TENGGARA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
16. Lembar Persetujuan.pdf Download (72kB) | Preview |
|
|
Text
4. Abstrak.pdf Download (55kB) | Preview |
|
|
Text
5. Kata Pengantar.pdf Download (47kB) | Preview |
|
|
Text
7. Daftar Isi.pdf Download (55kB) | Preview |
|
|
Text
15. Daftar Pustaka.pdf Download (141kB) | Preview |
|
|
Text
10. Bab I.pdf Download (214kB) | Preview |
|
|
Text
11. Bab II.pdf Download (360kB) | Preview |
|
|
Text
1. Cover.pdf Download (62kB) | Preview |
Abstract
Rivalitas antara China dan Amerika Serikat pada abad ke-21 semakin sering diwujudkan melalui instrumen ekonomi dibandingkan konfrontasi militer secara langsung, sebagaimana tercermin dalam kehadiran Belt and Road Initiative (BRI) dan Blue Dot Network (BDN) di kawasan Asia Tenggara. Kawasan ini memiliki nilai strategis tinggi karena posisi geografisnya pada jalur perdagangan internasional serta kebutuhan pembangunan infrastruktur yang besar, sehingga menjadi salah satu arena utama persaingan geo-ekonomi kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana BRI dan BDN digunakan sebagai instrumen rivalitas geo-ekonomi China dan Amerika Serikat serta implikasinya terhadap ketergantungan ekonomi negara-negara Asia Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka dan analisis dokumen berbasis data sekunder, yang dianalisis melalui kerangka teori geo- ekonomi Blackwill dan Harris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa China menggunakan BRI sebagai instrumen pembiayaan dan pembangunan infrastruktur secara langsung melalui bank-bank milik negara, sementara Amerika Serikat melalui BDN lebih berfokus pada pembentukan standar dan sertifikasi proyek tanpa menyediakan pendanaan langsung. Perbedaan kapasitas tersebut menghasilkan ketimpangan pengaruh, di mana BRI telah melibatkan seluruh negara ASEAN, sedangkan BDN belum memiliki proyek tersertifikasi di kawasan tersebut. Implikasinya, ketergantungan ekonomi Asia Tenggara berkembang secara asimetris dan dua arah, yaitu dominasi China pada sektor infrastruktur dan perdagangan, serta dominasi Amerika Serikat pada sektor investasi teknologi dan keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rivalitas geo-ekonomi China dan Amerika Serikat tidak menghasilkan ketergantungan tunggal, melainkan membentuk pola ketergantungan ganda yang saling melengkapi sekaligus memperluas pilihan sumber pembangunan bagi negara-negara Asia Tenggara. Kata Kunci : Geoekonomi, Belt and Road Initiative, Blue Dot Network, ketergantungan ekonomi, Asia Tenggara.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:30 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:30 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84637 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
