Setiawati, Nur Azizah (2026) REPRESENTASI KEKERASAN SEKUAL PADA REMAJA AUTISME DALAM FILM A CHRISTMAS CAROL. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Lembar Pengesahan - Nur Azizah.pdf Download (6MB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar - Nur Azizah.pdf Download (443kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka - Nur Azizah.pdf Download (466kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak - Nur Azizah.pdf Download (549kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi - Nur Azizah.pdf Download (666kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 1 - Nur Azizah.pdf Download (491kB) | Preview |
|
|
Text
Cover - Nur Azizah.pdf Download (358kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 2 - Nur Azizah.pdf Download (601kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Representasi Kekerasan Seksual pada Remaja Autisme dalam Film A Christmas Carol”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus kekerasan seksual terhadap kelompok rentan remaja penyandang disabilitas/autisme yang kerap mengalami hambatan dalam menyampaikan pengalaman traumatisnya. Film A Christmas Carol dipilih karena menampilkan persoalan kekerasan seksual terhadap tokoh Joo Wol-Woo sebagai remaja autisme melalui rangkaian tanda visual, dialog, ekspresi, gestur tubuh, serta situasi sosial yang memperlihatkan ketidakberdayaan korban di hadapan pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna denotasi, konotasi, dan mitos mengenai kekerasan seksual terhadap remaja autisme direpresentasikan dalam film A Christmas Carol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan dalam film, dokumentasi, studi pustaka, serta wawancara dengan informan yang telah menonton film tersebut. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda yang muncul dalam film, kemudian menguraikannya ke dalam tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dengan membandingkan hasil pengamatan peneliti, dokumentasi, serta pemaknaan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, kekerasan seksual terhadap remaja autisme direpresentasikan melalui tindakan perundungan, penghinaan, intimidasi, pengurungan, pemaksaan, kekerasan fisik, hingga tindakan seksual yang dialami oleh Joo Wol-Woo. Film juga menampilkan tanda-tanda trauma korban melalui ekspresi kesakitan, suara rintihan, tangan gemetar, perubahan perilaku, dan ketidakmampuan korban untuk mengungkapkan pengalaman kekerasan secara verbal. Pada tingkat konotasi film menggambarkan kekerasan seksual sebagai pengalaman traumatis yang tidak hanya merusak tubuh korban namun juga menghancurkan rasa aman, kepercayaan, dan kondisi psikologisnya. Relasi kuasa yang timpang terlihat melalui posisi pelaku yang memanfaatkan kepercayaan, usia, otoritas, serta kelemahan komunikasi korban. Sementara pada tingkat mitos film membangun kritik terhadap pandangan sosial yang sering menempatkan penyandang disabilitas sebagai pihak lemah, mudah dimanipulasi, dan suaranya kurang dipercaya. Film ini juga membongkar mitos bahwa pelaku kekerasan seksual selalu berasal dari sosok asing sebab dalam narasi film pelaku justru hadir dari lingkungan yang dipercaya oleh korban. Film A Christmas Carol merepresentasikan kekerasan seksual sebagai peristiwa individual serta menjadi persoalan sosial yang berkaitan dengan kekuasaan, stigma, perlindungan korban, dan keberpihakan masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Kata Kunci: Representasi, Kekerasan Seksual, Remaja Autisme, Film, Semiotika Roland Barthes.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 03:45 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 03:45 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84629 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
