IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSFORMASI DIGITAL BERBASIS BUDAYA ORGANISASI DIGITAL BIROKRASI DAN AKSESIBILITAS LITERASI DIGITAL MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMEDANG

FEBIANTI, FEBI (2026) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSFORMASI DIGITAL BERBASIS BUDAYA ORGANISASI DIGITAL BIROKRASI DAN AKSESIBILITAS LITERASI DIGITAL MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMEDANG. Disertasi(S3) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
FEBI FEBIANTI.pdf

Download (131kB) | Preview

Abstract

Transformasi digital Pemerintah Kabupaten Sumedang menunjukkan kemajuan yang kuat pada level tata kelola pemerintahan, namun capaian tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan literasi digital masyarakat sebagai outcome kebijakan. Artikel ini merupakan irisan dari penelitian disertasi yang secara khusus memfokuskan analisis pada dua temuan pengembangan model, yaitu Budaya Organisasi Digital Birokrasi sebagai faktor internal dan Aksesibilitas Literasi Digital Masyarakat sebagai faktor eksternal. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana kedua dimensi tersebut memperkuat implementasi kebijakan transformasi digital dalam mendukung literasi digital di era smart city. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumedang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, serta pengujian kredibilitas melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum optimal karena masih terdapat fragmentasi jejaring aktor, orientasi evaluasi yang lebih menekankan output administratif, kesenjangan antara pembangunan sistem digital dan kemampuan masyarakat memanfaatkannya, serta partisipasi masyarakat yang belum berkembang menjadi kemitraan strategis. Temuan utama menunjukkan bahwa budaya organisasi digital birokrasi dibangun melalui digital mindset, adaptasi budaya kerja digital, kolaborasi berbasis teknologi, inovasi birokrasi digital, dan komitmen kepemimpinan. Sementara itu, aksesibilitas literasi digital masyarakat mencakup kemudahan akses layanan digital, kemampuan memahami informasi digital, relevansi program, dukungan dan pendampingan pemerintah, serta partisipasi masyarakat. Kedua dimensi tersebut memperluas model implementasi Elmore, Lipsky, Hjern dan O’Porter sekaligus menggeser orientasi keberhasilan dari sekadar capaian sistem menuju outcome berupa kapasitas digital masyarakat.

Item Type: Thesis (Disertasi(S3))
Divisions: Pascasarjana > S3-Ilmu Sosial 2026
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 11 Aug 2026 02:52
Last Modified: 11 Aug 2026 02:52
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84487

Actions (login required)

View Item View Item