Aktivisme Perempuan Masyarakat Adat dalam Konflik Agraria Rempang Eco-City Indigenous Women’s Activism in the Rempang Eco-City Agrarian Conflict

Prawira, Mutiara Aulia Nadhirah (2026) Aktivisme Perempuan Masyarakat Adat dalam Konflik Agraria Rempang Eco-City Indigenous Women’s Activism in the Rempang Eco-City Agrarian Conflict. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
2. LEMBAR PENGESAHAN DAN LEMBAR PENGUJI.pdf

Download (50kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. KATA PENGANTAR.pdf

Download (130kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. DAFTAR ISI.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
212030064_Mutiara Aulia Nadhirah Prawira_Daftar Pustaka.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB II.pdf

Download (276kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

Download (277kB) | Preview

Abstract

Konflik Rempang Eco-City merupakan salah satu konflik pembangunan yang paling menonjol di Indonesia sejak tahun 2023. Penetapan Rempang Eco-City sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) memunculkan penolakan dari masyarakat adat Rempang yang menilai bahwa proyek tersebut mengancam hak atas tanah adat, ruang hidup, serta keberlanjutan lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari identitas dan kehidupan mereka. Dalam konflik ini, perempuan masyarakat adat muncul sebagai aktor penting yang secara aktif terlibat dalam berbagai bentuk perlawanan terhadap rencana relokasi dan pembangunan kawasan industri. Namun demikian, kajian mengenai konflik Rempang masih didominasi oleh perspektif hukum, agraria, dan hak asasi manusia, sementara analisis yang berfokus pada aktivisme perempuan melalui perspektif ekofeminisme masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik yang dihadapi masyarakat adat Rempang, mengkaji peran perempuan masyarakat adat dalam aktivisme lingkungan dan perlawanan terhadap relokasi, serta mengidentifikasi hambatan struktural yang mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan perspektif ekofeminisme sebagai kerangka analisis utama yang didukung oleh konsep Gerakan Sosial Global untuk menjelaskan dinamika aktivisme perempuan masyarakat adat dalam memperjuangkan hak atas tanah, ruang hidup, dan lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan studi pustaka. Data diperoleh melalui berbagai sumber sekunder, seperti jurnal akademik, laporan organisasi masyarakat sipil, dokumen kebijakan, serta pemberitaan media nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan masyarakat adat Rempang dipengaruhi oleh minimnya pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan dan adanya ketimpangan kepentingan antara negara, investor, dan masyarakat adat. Perempuan adat memainkan peran sentral dalam mobilisasi komunitas, advokasi publik, dan upaya mempertahankan ruang hidup mereka. Namun, gerakan tersebut menghadapi berbagai hambatan struktural, seperti relasi negara-korporasi, mobilisasi aparat keamanan, dominasi narasi pembangunan, serta keterbatasan internasionalisasi isu. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivisme perempuan masyarakat adat Rempang merupakan bentuk perlawanan ekologis dan sosial terhadap praktik pembangunan yang mengabaikan keadilan lingkungan, hak masyarakat adat, dan kesetaraan gender. Kata Kunci: Ekofeminisme, Masyarakat Adat Rempang, Aktivisme Perempuan, Gerakan Sosial Global, Rempang Eco-City.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 07 Aug 2026 06:11
Last Modified: 07 Aug 2026 06:11
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84442

Actions (login required)

View Item View Item