EFEKTIVITAS MEKANISME DSB WTO DALAM PENYELESAIAN SENGKETA DUMPING PRODUK KERTAS ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN

DEWI, TRI UTAMI (2026) EFEKTIVITAS MEKANISME DSB WTO DALAM PENYELESAIAN SENGKETA DUMPING PRODUK KERTAS ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK-1.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI-1.pdf

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR TABEL.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Halaman Persetujuan Tri Utami Dewi.pdf

Download (518kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR-1.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER-1.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (543kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (292kB) | Preview

Abstract

Sengketa dumping produk kertas antara Indonesia dan Korea Selatan bermula dari petisi industri kertas Korea Selatan kepada Korean Trade Commission (KTC) pada September 2002, yang berujung pada pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap empat perusahaan kertas Indonesia dan penurunan tajam nilai ekspor dari sekitar 150 juta menjadi 50 juta dolar AS. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana mekanisme Dispute Settlement Body (DSB) World Trade Organization (WTO) mampu menyelesaikan sengketa tersebut, dengan menggunakan kerangka efektivitas rezim (regime effectiveness), khususnya tipologi tiga jenjang Underdal dan Young (2004) yaitu output, outcome, dan impact. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi dokumen dengan pendekatan komparatif, di mana sengketa DS312 dievaluasi sebagai kasus utama dan sengketa DS480 antara Indonesia dan Uni Eropa mengenai biodiesel diposisikan sebagai kasus pembanding untuk menguji efektivitas secara counterfactual. Hasil penelitian menemukan bahwa efektivitas mekanisme DSB bersifat berjenjang, yakni efektif pada jenjang output karena seluruh tahapan DSU berjalan tanpa dapat diblokir sepihak dan pemeriksaan panel berlangsung secara independen, tervalidasi bertahap pada jenjang outcome, serta tercapai namun tertunda pada jenjang impact karena kepatuhan penuh Korea Selatan membutuhkan empat belas tahun setelah putusan panel 2005 dan pada akhirnya datang dari proses administratif domestik KTC pada 2019, bukan dari enforcement langsung DSB. Perbandingan dengan DS480 menunjukkan bahwa perbedaan kecepatan pencapaian outcome dan impact antara Korea Selatan dan Uni Eropa lebih banyak berasal dari faktor domestik masing-masing tergugat daripada dari perbedaan prosedur DSB. Kata kunci: DSB WTO, anti dumping, kertas, efektivitas rezim, Indonesia-Korea Selatan

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 07 Aug 2026 02:06
Last Modified: 07 Aug 2026 02:06
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84424

Actions (login required)

View Item View Item