KERJA SAMA INDONESIA-MALAYSIA DALAM PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI MALAYSIA

Larasati, Larasati (2026) KERJA SAMA INDONESIA-MALAYSIA DALAM PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI MALAYSIA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (111kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (6kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKAA.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVERR.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia merupakan isu strategis dalam hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia. Meskipun kedua negara telah memperkuat kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) Tahun 2022 dengan penerapan One Channel System (OCS) sebagai mekanisme resmi penempatan PMI, berbagai pelanggaran terhadap hak-hak pekerja migran masih sering terjadi, seperti eksploitasi, kekerasan, penaegthanan dokumen, permasalahan pengupahan, serta tingginya jumlah PMI non-prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama Indonesia-Malaysia dalam perlindungan PMI, mengkaji implementasi OCS serta persoalan System Maid Online (SMO), dan mengidentifikasi hambatan yang memengaruhi efektivitas perlindungan pekerja migran. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan dan wawancara yang dianalisis menggunakan Teori Liberalisme, konsep Human Security, dan Good Governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama bilateral melalui MoU Tahun 2022 dan OCS telah membentuk mekanisme perlindungan bagi PMI, namun implementasinya belum berjalan secara optimal. Masih terdapat dualisme kebijakan akibat penggunaan SMO oleh Malaysia, lemahnya koordinasi antarlembaga, pengawasan dan penegakan hukum yang belum maksimal, serta tingginya jumlah PMI non-prosedural sehingga perlindungan terhadap pekerja migran belum sepenuhnya efektif. Berdasarkan perspektif Liberalisme, kerja sama tetap berlangsung karena adanya kepentingan dan interdependensi kedua negara, sedangkan dari perspektif Human Security dan Good Governance, perlindungan terhadap PMI masih memerlukan penguatan melalui peningkatan koordinasi, implementasi kebijakan, serta komitmen kedua negara agar perlindungan dapat terlaksana secara lebih efektif, komprehensif, dan berorientasi pada keamanan manusia. Kata Kunci: Kerja Sama Bilateral, Indonesia-Malaysia, Pekerja Migran Indonesia, One Channel System (OCS), System Maid Online (SMO), Human Security.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 04 Aug 2026 04:48
Last Modified: 04 Aug 2026 04:48
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84352

Actions (login required)

View Item View Item