Mainar, N Sefti Arizka (2026) KONSTRUKSI MAKNA RISIKO PADA MASYARAKAT CUGENANG PASCA BENCANA GEMPA CIANJUR. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Lembar Persetujuan.pdf Download (216kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (380kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (106kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (202kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (254kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (40kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (279kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konstruksi makna risiko bencana pada masyarakat Kecamatan Cugenang pasca Gempa Cianjur tahun 2022. Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya dampak sosial, psikologis, dan fisik yang dialami masyarakat pascabencana serta pentingnya memahami bagaimana risiko dimaknai oleh masyarakat yang mengalami bencana secara langsung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konstruktivis dan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang menjelaskan proses pembentukan realitas sosial melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat di lima desa di Kecamatan Cugenang yang terdampak gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna risiko bencana terbentuk melalui pengalaman langsung masyarakat saat menghadapi gempa, yang kemudian menjadi dasar pemahaman awal mengenai risiko. Pengalaman tersebut dipertukarkan melalui interaksi sosial dan komunikasi kebencanaan sehingga membentuk pemahaman kolektif mengenai ancaman bencana. Selanjutnya, pemahaman tersebut diinternalisasi menjadi bagian dari cara pandang masyarakat yang ditunjukkan melalui meningkatnya kewaspadaan, kesiapsiagaan, perhatian terhadap keselamatan keluarga, serta partisipasi dalam kegiatan mitigasi bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko bencana tidak hanya dipahami sebagai ancaman fisik, tetapi juga sebagai realitas sosial yang dikonstruksi melalui pengalaman, interaksi sosial, dan komunikasi yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat pascabencana. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengalaman langsung menghadapi bencana memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran risiko dan perilaku kesiapsiagaan masyarakat. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Makna Risiko, Komunikasi Bencana, Gempa Cianjur, Masyarakat Cugenang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 03:15 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 03:15 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84332 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
