DAMPAK KEBIJAKAN MIGRANT PROTECTION PROTOCOL (MPP) AMERIKA SERIKAT TERHADAP PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI WILAYAH PERBATASAN MEKSIKO

Handayani, Amelia (2026) DAMPAK KEBIJAKAN MIGRANT PROTECTION PROTOCOL (MPP) AMERIKA SERIKAT TERHADAP PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI WILAYAH PERBATASAN MEKSIKO. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
6-ABSTRAK 3 BAHASA.pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2-LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7-KATA PENGANTAR.pdf

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (437kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9-DAFTAR ISI.pdf

Download (325kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11-BAB 1.pdf

Download (477kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1-COVER.pdf

Download (261kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12-BAB 2.pdf

Download (538kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan Migrant Protection Protocols (MPP) Amerika Serikat terhadap pelanggaran hak asasi manusia pencari suaka di wilayah perbatasan Meksiko pada periode 2019–2021. MPP merupakan kebijakan yang mewajibkan pencari suaka yang mengajukan permohonan di perbatasan selatan Amerika Serikat untuk menunggu proses hukum imigrasi mereka di wilayah Meksiko. Implementasi kebijakan ini menimbulkan berbagai persoalan kemanusiaan karena menempatkan pencari suaka pada kondisi yang rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, serta keterbatasan akses terhadap perlindungan hukum dan layanan dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan perspektif konstruktivisme konsep asymmetric interdependence, dan prinsip non-refoulement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPP berkontribusi terhadap pelanggaran hak-hak dasar pencari suaka, termasuk hak atas keamanan, perlindungan dari kekerasan, dan akses terhadap proses suaka yang adil. Kebijakan ini juga berpotensi menimbulkan indirect refoulement karena menempatkan pencari suaka pada wilayah yang tidak aman. Selain itu, hubungan asymmetric interdependence antara Amerika Serikat dan Meksiko membatasi kemampuan Meksiko dalam memenuhi kewajiban internasionalnya terkait perlindungan hak asasi manusia dan penerapan prinsip non-refoulement. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MPP tidak hanya meningkatkan kerentanan pencari suaka, tetapi juga menunjukkan pengaruh dominasi norma keamanan dan ketimpangan kekuasaan dalam pelaksanaan kewajiban kemanusiaan negara. Kata kunci: Migrant Protection Protocols (MPP), Amerika Serikat, Meksiko, pencari suaka, hak asasi manusia, non-refoulement, konstruktivisme, asymmetric interdependence.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 27 Jul 2026 08:15
Last Modified: 27 Jul 2026 08:15
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84247

Actions (login required)

View Item View Item