SELF-PRESENTATION BILAL FADH DALAM MEMBANGUN PERSONAL BRANDING DI INSTAGRAM

Ayu Sagita Damayanti, Retno (2026) SELF-PRESENTATION BILAL FADH DALAM MEMBANGUN PERSONAL BRANDING DI INSTAGRAM. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
ARTIKEL RETNO.pdf

Download (372kB) | Preview

Abstract

Bilal Fadh dikenal sebagai influencer fashion, aktor, sekaligus founder brand O'Clock yang secara konsisten membangun kedekatan dengan audiensnya di Instagram sejak tahun 2022. Konsistensi dalam menampilkan gaya, nilai, dan cara berkomunikasi tersebut membentuk personal branding yang kuat, namun kajian mengenai bagaimana proses self-presentation seorang influencer berkontribusi terhadap pembentukan personal branding masih terbatas, karena penelitian terdahulu lebih banyak berfokus pada strategi promosi dan konsistensi visual dibandingkan proses presentasi diri itu sendiri. Fenomena ini menarik untuk dikaji menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman, khususnya konsep front stage dan back stage, guna memahami bagaimana Bilal Fadh mengelola kesan di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui front stage dan back stage pada self-presentation Bilal Fadh dalam membangun personal branding di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif terhadap akun Instagram Bilal Fadh, dan dokumentasi, dengan melibatkan lima informan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa front stage Bilal Fadh dibangun melalui tiga elemen Goffman yang bekerja secara sinergis, yaitu setting (estetika visual golden hour dan warm tone yang presisi), appearance (gaya berpakaian non-konvensional yang menjadi filosofi desain O'Clock), dan manner (gaya komunikasi campuran Indonesia-Sunda yang natural dan interaktif). Sementara itu, back stage berfungsi sebagai laboratorium persiapan konten, ruang identitas yang kompleks, serta dikelola secara kolektif oleh sebuah tim dramaturgis. Penelitian ini juga menemukan fenomena "back stage yang bocor secara positif" yang memperkaya teori dramaturgi melalui konsep hybrid stage. Secara keseluruhan, self-presentation yang konsisten dan autentik telah menjadikan Bilal Fadh sebagai human brand, di mana keseimbangan dinamis antara front stage dan back stage menjadi fondasi personal branding yang kuat sekaligus bisnis yang dipercaya.

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Divisions: Pascasarjana > S2-Ilmu Komunikasi 2026
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 17 Jul 2026 03:32
Last Modified: 17 Jul 2026 03:32
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84167

Actions (login required)

View Item View Item