ANALISIS HUKUM TERHADAP TANGGUNG JAWAB KORPORASI MALAYSIA AIRLINES SYSTEM DALAM KASUS KECELAKAAN PESAWAT DI RUANG UDARA INTERNASION

Adhyatma Dani Kusuma, Adhyatma Dani Kusuma (2026) ANALISIS HUKUM TERHADAP TANGGUNG JAWAB KORPORASI MALAYSIA AIRLINES SYSTEM DALAM KASUS KECELAKAAN PESAWAT DI RUANG UDARA INTERNASION. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
A. COVER.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
I. BAB 1.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
J. BAB 2.pdf

Download (329kB) | Preview
[img] Text
K. BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (426kB)
[img] Text
M. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (203kB)
[img] Text
L. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (336kB)
[img]
Preview
Text
N. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (244kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tragedi penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 di ruang udara internasional yang menimbulkan kompleksitas dalam pertanggungjawaban hukum korporasi. Maskapai dinilai lalai karena tidak melakukan mitigasi risiko geopolitik secara mandiri dan tetap melintas di wilayah rawan konflik dengan dalih ruang udara dinyatakan terbuka oleh negara kolong, sehingga mengabaikan prinsip duty of care. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk membedah penerapan teori strict liability di bawah Konvensi Montreal 1999 serta mekanisme klaim asuransi penerbangan global terkait keberadaan klausul pengecualian perang. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan Konvensi Montreal 1999 yang diberlakukan melalui Carriage by Air Act 1974 Malaysia, korporasi memikul tanggung jawab mutlak (strict liability) hingga 113.100 SDR per penumpang. Perusahaan asuransi Allianz selaku Lead Reinsurer mengaktifkan klausul perluasan AVN52 untuk mengesampingkan pengecualian perang, sehingga berhasil menyelesaikan lebih dari 95% klaim secara damai di luar pengadilan. Kasus ini menetapkan standar baru bahwa maskapai memikul kewajiban duty of care independen untuk melakukan penilaian risiko geopolitik secara mandiri dan proaktif. Kata Kunci: Tanggung Jawab Korporasi, MH17, Konvensi Montreal 1999, Asuransi Penerbangan, Strict Liability

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2026
Depositing User: Nandang Haeruman
Date Deposited: 16 Jul 2026 02:16
Last Modified: 16 Jul 2026 02:16
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84151

Actions (login required)

View Item View Item