QUIET DIPLOMACY AMERIKA SERIKAT SEBAGAI DIFUSI NORMA PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA MILITER JEPANG

Majid, Andini Febrianti (2026) QUIET DIPLOMACY AMERIKA SERIKAT SEBAGAI DIFUSI NORMA PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA MILITER JEPANG. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (242kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR .pdf

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (218kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2.pdf

Download (391kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (433kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana Amerika Serikat menggunakan pendekatan Quiet Diplomacy dalam proses difusi norma penggunaan Artificial Intelligence (AI) militer kepada Jepang pada periode 2022 hingga 2025. Topik ini penting untuk dikaji karena menunjukkan bahwa penyebaran norma internasional tidak selalu berlangsung melalui tekanan terbuka atau paksaan, melainkan dapat terjadi melalui pendekatan diplomasi yang persuasif dan tidak konfrontatif. Isu ini menjadi relevan mengingat semakin meningkatnya peran AI dalam sistem pertahanan dan keamanan global, sehingga pemahaman mengenai bagaimana norma tata kelola AI militer terbentuk dan menyebar antarnegara menjadi penting, khususnya dalam konteks hubungan aliansi Amerika Serikat dan Jepang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumentasi terhadap dokumen kebijakan resmi, laporan pemerintah, serta sumber-sumber pendukung lain yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Quiet Diplomacy dari Maley (2016) sebagai kerangka untuk memahami mekanisme diplomasi yang digunakan Amerika Serikat, serta konsep Norm Diffusion dari Finnemore dan Sikkink (1998) yang mencakup tiga tahapan, yaitu norm emergence, norm cascade, dan norm internalization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat membangun norma penggunaan AI militer yang bertanggung jawab melalui DoD AI Ethical Principles (2020), DoD Directive 3000.09 (2023), dan Political Declaration on Responsible Military Use of Artificial Intelligence and Autonomy (2023). Norma tersebut kemudian dipromosikan kepada Jepang melalui pendekatan Quiet Diplomacy yang berlangsung secara bertahap melalui proses endorsement, forum-forum konsultasi, dan pertemuan bilateral tingkat tinggi, sehingga mendorong Jepang melakukan penyesuaian kebijakan AI militernya. Proses tersebut mendorong Jepang melakukan penyesuaian kebijakan melalui penerbitan Basic Policy for Promoting AI Utilization dan AI Guidelines for Defense Research and Development, yang menunjukkan bahwa norma penggunaan AI militer yang bertanggung jawab mulai diinternalisasikan ke dalam tata kelola pertahanan Jepang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Jepang tidak hanya menginternalisasi norma penggunaan AI militer yang dipromosikan Amerika Serikat, tetapi juga mulai mendukung dan mempromosikan norma tersebut dalam berbagai forum internasional. Internalisasi tersebut dimungkinkan karena norma yang dipromosikan Amerika Serikat selaras dengan kepentingan strategis dan orientasi kebijakan Jepang, sehingga pendekatan Quiet Diplomacy yang bersifat persuasif mampu mendorong penerimaan dan pelembagaan norma ke dalam kebijakan pertahanan Jepang. Kata kunci: Quiet Diplomacy, Norm Diffusion, AI militer, Amerika Serikat, Jepang

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 16 Jul 2026 02:10
Last Modified: 16 Jul 2026 02:10
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84150

Actions (login required)

View Item View Item