CONTEMPT OF COURT: ANALISIS KOMPARATIF REGULASI MATERIL DAN FORMIL DI AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA SERTA IMPLIKASINYA BAGI PEMBAHARUAN HUKUM INDONESIA BERDASARKAN TEORI LEGAL TRANSPLANTS

Muhammad Salman, Muhammad Salman (2026) CONTEMPT OF COURT: ANALISIS KOMPARATIF REGULASI MATERIL DAN FORMIL DI AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA SERTA IMPLIKASINYA BAGI PEMBAHARUAN HUKUM INDONESIA BERDASARKAN TEORI LEGAL TRANSPLANTS. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
A. COVER.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
I. BAB 1.pdf

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text
J. BAB 2.pdf

Download (228kB) | Preview
[img] Text
K. BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (264kB)
[img] Text
L. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (389kB)
[img] Text
M. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (254kB)
[img]
Preview
Text
N. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (258kB) | Preview

Abstract

Peradilan yang independen merupakan syarat mendasar bagi negara hukum. Namun, kemandirian peradilan dapat melemah apabila proses persidangan terhambat, putusan pengadilan diabaikan, atau hakim diintimidasi melalui tindakan yang dikenal sebagai Contempt of Court. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan regulasi substantif dan prosedural mengenai penghinaan terhadap pengadilan di Amerika Serikat dan Indonesia, serta merumuskan model adaptif bagi reformasi hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan yurisprudensi, komparatif, konseptual, dan kasus. Bahan hukum yang dianalisis meliputi 18 U.S.C. § 401, Federal Rule of Criminal Procedure 42, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang- Undang Hukum Pidana, dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana. Temuan menunjukkan bahwa Amerika Serikat mengatur Contempt of Court melalui kekuasaan yudisial yang melekat yang didukung oleh kewenangan substantif dan jaminan prosedural, termasuk prosedur singkat untuk penghinaan langsung. Indonesia telah membuat kemajuan dengan mengkodifikasi tindak pidana terhadap proses peradilan, namun masih belum memiliki mekanisme prosedural khusus untuk menangani penghinaan langsung secara cepat dan proporsional. Studi ini berpendapat bahwa Indonesia harus mengadopsi kerangka kerja adaptif yang terdiri dari definisi yang jelas, klasifikasi fungsional, sanksi yang proporsional, penyelesaian singkat yang terbatas, serta jaminan atas proses hukum yang adil dan kebebasan berekspresi. Studi ini berkontribusi pada reformasi hukum dengan mengusulkan model yang seimbang yang melindungi kewenangan peradilan sekaligus. Kata kunci: Contempt of Court; kemandirian peradilan; proses hukum yang adil; transplantasi adaptif; reformasi hukum pidana.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2026
Depositing User: Nandang Haeruman
Date Deposited: 16 Jul 2026 02:07
Last Modified: 16 Jul 2026 02:07
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84149

Actions (login required)

View Item View Item