Rahmannita, Tasha (2026) HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN PERGAULAN SOSIAL KELOMPOK SEBAYA DI LINGKUNGAN SMAN 1 PARONGPONG. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Cover.pdf Download (113kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (236kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (173kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar pengesahan.pdf Download (85kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya peran kelompok teman sebaya dalam kehidupan sosial remaja di lingkungan sekolah, yang berpotensi memengaruhi kualitas interaksi sosial siswa secara positif maupun negatif apabila tidak diarahkan secara tepat. Penelitian bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis gambaran interaksi sosial siswa, gambaran pergaulan peer group siswa, serta hubungan antara keduanya di SMAN 1 Parongpong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Variabel bebas adalah interaksi sosial siswa (X) dengan tujuh indikator, yaitu komunikasi, kerja sama, empati, sikap menghargai, kontak sosial, adaptasi sosial, dan norma sosial. Variabel terikat adalah pergaulan peer group (Y) dengan indikator penerimaan kelompok, keakraban, keterlibatan sosial, konformitas, dukungan sosial, dan stabilitas hubungan. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Parongpong, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, dengan responden 70 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi sosial siswa berada pada kategori sedang (rata-rata 72,70) dan pergaulan peer group juga berada pada kategori sedang (rata-rata 62,10). Uji hipotesis membuktikan terdapat hubungan positif antara interaksi sosial siswa dengan pergaulan peer group (r = 0,375), dengan koefisien determinasi sebesar 14,06%, sedangkan 85,94% dipengaruhi faktor lain di luar variabel penelitian. Hubungan yang terbentuk termasuk kategori rendah berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi. Hipotesis kerja diterima, menegaskan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Hasil penelitian diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah dan guru bimbingan konseling dalam merancang program pembinaan interaksi sosial dan pergaulan peer group siswa. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Pergaulan Peer Group, Remaja, Sekolah Menengah Atas, Korelasi
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Kesejahteraan Sosial 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 06:25 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 06:25 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84080 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
