Fauzaan, Muhammad Akram (2026) KONTRIBUSI GREENPEACE DALAM MENANGANI DEFORESTASI AMAZON PADA MASA PEMERINTAHAN LULA DA SILVA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (268kB) | Preview |
|
|
Text
Cover.pdf Download (265kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (126kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (310kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (97kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak 3 Bahasa.pdf Download (140kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (525kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (305kB) | Preview |
Abstract
Hutan Amazon berada pada titik kritis akibat tekanan dari pemanasan global, kekeringan ekstrem, deforestasi serta kebakaran hutan. Amazon telah kehilangan sekitar 15% dari tutupan hutan aslinya akibat tekanan ekonomi dari aktivitas ilegal. Kondisi hutan Amazon di Brazil saat ini berada pada titik kritis, di mana sebesar 95% aktivitas deforestasi ilegal dari area yang terdeforestasi dikonversi untuk kegiatan agrikultur peternakan sapi 80% dan perkebunan kedelai 15%. Presiden Lula da Silva membawa perubahan dalam kebijakan lingkungan Brazil melalui pemulihan kembali program-program yang terbukti berhasil mengendalikan deforestasi. Meskipun terdapat upaya dari pemerintah dalam menurunkan deforestasi, ekspansi padang rumput untuk peternakan sapi serta keterlibatan aktor korporasi dalam praktik pencucian ternak “cattle laundering” tetap menjadi pendorong utama laju deforestasi. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi deforestasi Amazon serta menganalisis upaya strategi advokasi Greenpeace melalui empat strategi transnational advocacy network dalam menangani deforestasi Amazon serta mendorong perubahan kebijakan rantai pasok pelaku deforestasi pada masa pemerintahan Lula da Silva. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif analisis untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang diberikan individu atau kelompok terhadap suatu masalah sosial secara mendalam. peneliti dapat memahami secara mendalam bagaimana Greenpeace menjalankan upayanya dalam menangani deforestasi di Brazil pada periode 2023-2025, serta kontribusinya pada masa pemerintahan Lula. Penelitian dibangun secara deduktif dari tema umum ke tema spesifik. Analisis dilakukan menggunakan keempat strategi TAN “Information politics”, “symbolic politisc”, “leverage politics” dan “accountability politics” dalam menjelaskan tindakan yang diambil serta konsep Role of NGO dalam menjelaskan posisi Greenpeace sebagai NGO terkait kontribusinya menangani deforestasi dan menjelaskan keterbatasan struktural yang menghambat upayanya dalam mendorong kepatuhan aturan perusahaan terkait deforestasi. Hasil penelitian menunjukkan pola praktik deforestasi mengalami perubahan dari mekanisme tebang langsung menjadi penggunaan alat api sebagai metode pengelolaan lahan padang rumput. JBS menciptakan tekanan permintaan yang terus menerus terhadap pembukaan lahan baru di Amazon untuk meningkatkan produktivitas peternakan. Grenpeace telah berkontribusi dalam menangani permasalahan deforestasi Amazon dengan menjalankan keempat strategi TAN untuk mengadvokasi dan mengawasi kepatuhan aktor korporat terhadap standar lingkungan. Greenpeace sebagai NGO tidak memiliki kapasitas dalam memaksa aktor korporat untuk kepatuhan standar lingkungan secara langsung dan hanya dapat memanfaatkan aktor yang memiliki kekuasaan mengikat seperti SEC, pengadilan Belanda, dan negara Brazil melalui IBAMA. Kata Kunci: Deforestasi Amazon, Greenpeace, Lula da Silva
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 06:31 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 06:31 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84027 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
