YUANA, ZAMZAM AUGUSTA (2026) UPAYA INDONESIA DALAM MENGEMBANGKAN PESAWAT TEMPUR INDONESIAN FIGHTER- eXperimental (IF-X) SEBAGAI LANGKAH PENINGKATAN MINIMUM ESSENTIAL FORCE (MEF) TNI AU. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
06_ABSTRAK_3_BAHASA.pdf Download (668kB) | Preview |
|
|
Text
16_DAFTAR_PUSTAKA.pdf Download (740kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN .pdf Download (217kB) | Preview |
|
|
Text
05_KATA_PENGANTAR.pdf Download (670kB) | Preview |
|
|
Text
08_DAFTAR_ISI.pdf Download (759kB) | Preview |
|
|
Text
12_BAB_2.pdf Download (741kB) | Preview |
|
|
Text
01_COVER.pdf Download (661kB) | Preview |
|
|
Text
11_BAB_1.pdf Download (696kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Indonesia dalam mengembangkan pesawat tempur Indonesian Fighter-eXperimental (IF-X) sebagai langkah strategis meningkatkan Minimum Essential Force (MEF) TNI Angkatan Udara. Urgensi penelitian ini didasarkan pada kondisi kritis kesiapan tempur udara nasional, di mana capaian MEF matra udara pada akhir Tahap-II baru terealisasi sebesar 45,19%. Ketertinggalan ini menuntut adanya modernisasi alutsista guna menjaga kedaulatan negara dari eskalasi ancaman di kawasan Indo-Pasifik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan kerangka pemikiran yang dibangun melalui empat teori utama: Teori National Security dari Barry Buzan untuk menganalisis upaya mempertahankan integritas fungsional negara; Teori Defense Realism untuk membedah perilaku negara dalam menghadapi kompetisi kekuatan dan pencarian keamanan; Teori Pertahanan Militer dari Colin S. Gray guna membedah konsep strategic bridge (jembatan strategis); serta Capability-Based Defense Theory (CBDT) untuk memahami kebijakan MEF sebagai strategi pertahanan berbasis kemampuan yang realistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek IF-X memberikan kontribusi kuantitatif sebesar 1,14% terhadap total pemenuhan MEF Nasional. Melalui mekanisme Transfer of Technology (ToT) yang melibatkan 114 hingga 120 insinyur PT Dirgantara Indonesia, proyek ini berhasil mengakomodasi unique requirements berupa external tanker, drag chute, dan sistem probe and drogue yang spesifik bagi geografis Indonesia. Meskipun menghadapi tantangan multidimensi pada periode 2021-2025—meliputi kendala fiskal, pembatasan akses data teknis, hingga isu keamanan informasi—pemerintah Indonesia menerapkan prinsip strategic fit melalui renegosiasi nilai kontribusi menjadi 600 miliar Won. Pengembangan IF-X merupakan langkah krusial dalam membangun daya tangkal (deterrence) yang kredibel, menjamin keberlanjutan (sustainability) operasional melalui fasilitas MRO domestik, serta mewujudkan otonomi strategis pertahanan udara Indonesia. Kata Kunci: Indonesian Fighter-eXperimental (IF-X), Minimum Essential Force (MEF), Industri Pertahanan Mandiri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 04:36 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 04:36 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83948 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
