Wahidah, Humaira Jamilatul (2026) INTERVENSI POLITIK CHINA TERHADAP PEMILU FEDERAL KANADA PADA TAHUN 2019 DAN 2021 DITINJAU DARI SHARP POWER THEORY. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
04_Lembar_Pengesahan.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
01_Halaman_Sampul.pdf Download (250kB) | Preview |
|
|
Text
07_Abstract_Bahasa_Inggris.pdf Download (189kB) | Preview |
|
|
Text
06_Abstrak_Bahasa_Indonesia.pdf Download (251kB) | Preview |
|
|
Text
07a_Ringkesan_Bahasa_Sunda.pdf Download (250kB) | Preview |
|
|
Text
08_Kata_Pengantar.pdf Download (277kB) | Preview |
|
|
Text
13_BAB_I_Pendahuluan.pdf Download (510kB) | Preview |
|
|
Text
14_BAB_II_Tinjauan_Pustaka.pdf Download (325kB) | Preview |
|
|
Text
09_Daftar_Isi.pdf Download (540kB) | Preview |
|
|
Text
18_Daftar_Pustaka.pdf Download (280kB) | Preview |
Abstract
Meningkatnya intensitas persaingan geopolitik antara China dan negara-negara demokrasi di Barat mendorong China untuk mengembangkan strategi pengaruh yang melampaui diplomasi konvensional. Kanada, sebagai anggota G7, Five Eyes, dan NATO sekaligus negara dengan komunitas diaspora Tionghoa terbesar di dunia Barat, menjadi target strategis yang bernilai tinggi bagi operasi pengaruh China. Fenomena ini mencapai puncaknya pada Pemilihan Umum Federal Kanada 2019 dan 2021, dimana bukti-bukti intervensi sistematis yang dilakukan oleh actor-aktor yang terafiliasi dengan Partai Komunis China (PKC) mulai terdokumentasi secara resmi oleh badan intelijen dan komisi penyelidikan independen Kanada. Penelitian ini menganalisis dinamika intervensi politik luar negeri China pada kedua pemilu tersebut menggunakan kerangka Sharp power, yang membedah bagaimana rezim otoriter melakukan eksploitasi terhadap system demokrasi liberal untuk mencapai kepentingan strategis jangka panjangnya. Secara motivasional, kepentingan ekonomi-geopolitik China terhadap Kanada, serta urgensi reputasi dan manajemen narasi global, merupakan faktor struktural utama yang melandasi agenda Sharp power China tersebut. Sedangkan secara operasional, analisis membedah empat dimensi mekanisme Sharp power yang digunakan, Pertama adalah dimensi media melalui dominasi ekosistem WeChat dan kontrol editorial media berbahasa Mandarin. Kedua, dimensi akademik melalui instrumentalisasi Confucius Institutes dan penciptaan self- censorship struktural di universitas-universitas Kanada. Ketiga, dimensi think tank dan infiltrasi jaringan elite kebijakan melalui fenomena revolving door dan taktik distraksi yang menunda respons legislative. Dan keempat, dimensi budaya melalui instrumentalisasi asosiasi diaspora, intimidasi transnasional, dan pengoperasian kantor polisi rahasia ilegal oleh UFWD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme sharp power China beroperasi secara terkoordinasi di bawah ambang batas konflik terbuka, terutama melalui manipulasi ekosistem WeChat dan kampanye disinformasi yang menargetkan riding strategis seperti Don Valley North dan Steveston-Richmond East. Kompleksitas operasi ini berhasil menciptakan barikade politik domestik yang menunda respons regulasi Kanada, termasuk pengesahan Bill C-70, hingga enam tahun setelah ancaman pertama kali terdokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi China bukan sekadar pelanggaran prosedural terhadap integritas elektoral, melainkan serangan sistemik terhadap kedaulatan kognitif warga negara yang merupakan prasyarat mendasar bagi berfungsinya demokrasi multikultural di era digital. Kata Kunci : Sharp power, Intervensi Pemilu Kanada 2019 dan 2021, United Front Work Department (UFWD), WeChat, Kedaulatan Kognitif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 02:16 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:16 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83764 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
