Rahmawati, Sofie (2026) UPAYA PENGAMANAN SUMBER DAYA ALAM DI LAUT NATUNA UTARA OLEH PEMERINTAH INDONESIA PADA SAAT SENGKETA LAUT CHINA SELATAN THE INDONESIAN GOVERNMENT’S EFFORTS TO SECURE NATURAL RESOURCES IN THE NORTH NATUNA SEA DURING THE SOUTH CHINA SEA DISPUTE. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN SOFIE RAHMAWATI (222030068).pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI SOFIE RAHMAWATI 222030068.pdf Download (102kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA SOFIE RAHMAWATI 222030068.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR SOFIE RAHMAWATI 222030068.pdf Download (205kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text
COVER SOFIE RAHMAWATI (222030068).pdf Download (136kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II SOFIE RAHMAWATI 222030068.pdf Download (156kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I SOFIE RAHMAWATI 222030068.pdf Download (309kB) | Preview |
Abstract
Upaya Pemerintah Indonesia dalam mengamankan sumber daya alam dan lingkungan hidup di Laut Natuna Utara pada saat sengketa Laut Cina Selatan periode 2017–2024. Laut Natuna Utara memiliki posisi strategis karena berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia yang beririsan dengan dinamika klaim nine-dash line Tiongkok. Kondisi tersebut menimbulkan ancaman terhadap hak berdaulat Indonesia, terutama melalui praktik illegal, unreported, and unregulated fishing, kehadiran kapal asing, tekanan geopolitik, degradasi ekosistem laut, serta kerentanan sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori sekuritisasi Mazhab Copenhagen dan konsep blue economy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia melakukan sekuritisasi melalui penamaan Laut Natuna Utara, penegasan posisi hukum berdasarkan UNCLOS 1982, peningkatan patroli dan penegakan hukum, serta penguatan kebijakan kelautan berkelanjutan. Kebijakan blue economy menjadi instrumen penting untuk menghubungkan agenda keamanan dengan keberlanjutan ekologi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, optimalisasi kebijakan tersebut belum sepenuhnya maksimal karena masih terdapat kendala berupa tekanan geopolitik, keterbatasan pengawasan, koordinasi kelembagaan, ketersediaan data stok ikan, infrastruktur, pembiayaan, kapasitas nelayan, dan rantai nilai perikanan lokal. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa pengamanan Laut Natuna Utara perlu diarahkan pada model security-enabled blue economy, yaitu tata kelola yang menempatkan keamanan laut sebagai prasyarat bagi perlindungan sumber daya, keberlanjutan ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kata Kunci: Laut Natuna Utara, sekuritisasi, sumber daya alam, lingkungan hidup, blue economy, IUU fishing.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 09:33 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 09:36 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83752 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
