Asma Nurullah, Dzakirah (2026) AKTIVITAS ANTI-Bacillus DARI SINTESIS HIJAU NANOPARTIKEL PERAK YANG DIMEDIASI EKSTRAK DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) DAN PENGARUHNYA TERHADAP POPULASI MIKROBA PADA TAHU. Skripsi(S1) thesis, Universitas Pasundan.
|
Text
Dzakirah Asma Nurullah_223020057_Teknologi Pangan.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Tahu merupakan produk pangan dengan kadar air tinggi yang rentan terhadap kontaminasi mikroba sehingga menimbulkan isu keamanan pangan. Penggunaan pengawet sintetis dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan alternatif pengawet alami, salah satunya ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L.). Namun, efektivitas antibakteri ekstrak tanaman relatif terbatas sehingga perlu ditingkatkan melalui teknologi nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi fisikokimia dan mengekstrak bubuk daun melinjo, mensintesis nanopartikel perak menggunakan ekstrak daun melinjo, menguji aktivitas antibakteri, serta mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak daun melinjo dan Melinjo Leaf Silver Nanoparticles (ML-AgNPs) terhadap populasi mikroba pada tahu selama penyimpanan. Daun melinjo segar dikeringkan dan dihaluskan menjadi bubuk, kemudian dianalisis karakteristik fisikokimia meliputi warna, kadar air, pH, dan aktivitas air (aw). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol absolut 99,5% (1:4 b/v). Sintesis nanopartikel dilakukan dengan mencampurkan 5 mL ekstrak daun melinjo 10% dengan 45 mL larutan AgNO3 1 mM. Aktivitas antibakteri ekstrak dan ML-AgNPs ditentukan menggunakan metode Well Diffusion Assay (WDA), Minimum Inhibitory Concentration (MIC), dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC) terhadap Bacillus subtilis, B. cereus, B. pumilus, dan B. megaterium. Pengaruh penambahan ekstrak daun melinjo (0,10% dan 1,00%) serta ML-AgNPs (0,01% dan 0,10%) terhadap populasi mikroba pada tahu dievaluasi pada suhu ruang (25 ± 2°C) dan suhu dingin (4 ± 2°C) selama 10 hari penyimpanan. Hasil analisis fisikokimia bubuk daun melinjo menunjukkan nilai warna L* 41,390 ± 0,940, a* –3,390 ± 0,010, dan b* 10,020 ± 0,660, kadar air 7,720 ± 0,320%, pH 5,940 ± 0,010, serta aw 0,580 ± 0,002. Rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 8,82%. Aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak daun melinjo 10% menghasilkan zona hambat sebesar 6,83 ± 0,28–12,67 ± 2,56 mm, sedangkan ML-AgNPs 1% sebesar 11,83 ± 0,57–12,83 ± 4,04 mm. Pertumbuhan Bacillus spp. dapat dihambat dengan nilai MIC berkisar 0,157–1,570 mg/mL dan dibunuh dengan nilai MBC antara >5,00 hingga >50,00 mg/mL. Pada aplikasi pangan, kedua perlakuan mampu menghambat pertumbuhan mikroba pada tahu selama penyimpanan 10 hari, baik pada suhu ruang maupun suhu pendinginan. ML-AgNPs 0,10% menunjukkan efektivitas iv penghambatan yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak. Secara keseluruhan, ekstrak daun melinjo dan ML-AgNPs berpotensi sebagai pengawet alami untuk memperpanjang umur simpan tahu, dengan peningkatan efektivitas pada formulasi nanopartikel. Kata kunci: Aktivitas antibakteri, melinjo (Gnetum gnemon L.), ML-AgNPs, nanopartikel, tahu. SDG : 3 - Kehidupan Sehat dan Kesejahtera SDG : 12 - Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Pangan 2026 |
| Depositing User: | Irwan Kustiawan Kosasih |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 03:07 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 03:07 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83734 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
