RANCANGAN PERBAIKAN PROSES UNTUK MENURUNKAN RISIKO REJECT PRODUK VAKSIN BIVALENT ORAL POLIO VACCINE (bOPV) DI PT. XYZ DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)

SALSABILA, NAZWA (2026) RANCANGAN PERBAIKAN PROSES UNTUK MENURUNKAN RISIKO REJECT PRODUK VAKSIN BIVALENT ORAL POLIO VACCINE (bOPV) DI PT. XYZ DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA). Skripsi(S1) thesis, Universitas Pasundan.

[img]
Preview
Text
FINAL REVISI TA PASCA SIDANG_NAZWA SALSABILA_223010003.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini yaitu mengurangi risiko reject produk vaksin Bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) dengan menentukan kriteria reject yang dihasilkan pada proses produksi mulai dari proses formulasi bulk, filling, dan capping. Menentukan presentase risiko failure proses terbesar. Setelah itu mengidentifikasi potensial risiko reject menggunakan cause and effect diagram. Menentukan rancangan usulan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect dengan tahapan metode yaitu penentuan skala rating dampak risiko kegagalan (severity), skala rating kemungkinan terjadi risiko kegagalan (occurance), kemudian menentukan hasil nilai risk level setelah itu menentukan skala rating kemungkinan deteksi risiko kegagalan (detection) untuk mendapatkan klasifikasi kategori risiko berdasarkan nilai RPN. Dari hasil rancangan perbaikan proses diketahui beberapa risiko failure filling tidak aseptis berisiko tinggi kontaminasi dengan nilai RPN 140 dikategorikan risiko tidak dapat diterima (Unacceptable) maka dilakukan perbaikan yaitu melakukan prosedur Proses fumigasi dilakukan secara berkala setiap 2 minggu sekali, Sanitasi berkala setiap minggu untuk pipa jalur nozzle, Sanitasi area filling room pra & pasca proses filling, Rekualifikasi operator secara rutin terkait kerja aseptis, Sterilisasi peralatan setelah digunakan menggunakan autoklaf, Penggunaan WFI untuk pencucian alat dan penggunaan sarung tangan saat pembungkusan di bawah LAF, Monitoring kebersihan secara rutin. Risiko failure kesalahan setting parameter volume dengan nilai RPN 112 dikatgerikan risiko tidak dapat diterima (Unacceptable) maka dilakukan usulan perbaikan yaitu Training operator terkait pengoperasian mesin filling minimal 3 batch produk dengan hasil yang bagus, Protokol dan validasi proses produksi vaksin bOPV 20 dosis, Kalibrasi dan pengecekan parameter mesin secara berkala, Pelaksanaan engineering run sebelum produksi sebenarnya, Verifikasi setting volume sebelum proses filling dimulai. Sedangkan risiko failure tekanan pompa tidak stabil dengan nilai RPN 28 dikategorikan risiko dapat diterima (Acceptable) maka tidak dilakukan usulan perbaikan. Kata Kunci : Vaksin, Risiko, Reject, Perbaikan Proses, FMEA .

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri 2026
Depositing User: Irwan Kustiawan Kosasih
Date Deposited: 02 Jul 2026 02:42
Last Modified: 02 Jul 2026 02:42
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83727

Actions (login required)

View Item View Item