JULYANDRA, SALSA BELLA PUTRI (2026) FANDOM K-POP DAN GERAKAN BOYCOTT, DIVESTMENT, AND SANCTIONS (BDS) TERHADAP STARBUCKS DI INDUSTRI K-POP KOREA SELATAN. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN_222030094_SALSA.pdf Download (272kB) | Preview |
|
|
Text
COVER_222030094_SALSA.pdf Download (293kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI_222030094_SALSA.pdf Download (220kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR_222030094_SALSA.pdf Download (273kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I_222030094_SALSA.pdf Download (650kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA_222030094_SALSA.pdf Download (317kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II_222030094_SALSA.pdf Download (359kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran fandom K-Pop sebagai komunitas sipil digital dalam mendukung gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) terhadap Starbucks di industri K-Pop Korea Selatan. Pasca eskalasi konflik Israel-Palestina pada Oktober 2023, fandom K-Pop global menunjukkan keterlibatan aktif dalam kampanye boikot digital yang menargetkan idol maupun agensi hiburan yang dianggap terafiliasi dengan merek-merek yang menjadi target gerakan BDS. Penelitian ini berfokus pada dua kasus, yaitu respons fandom ENGENE terhadap insiden yang melibatkan Jake ENHYPEN serta respons fandom NCTzen dan WayZenNi terhadap kolaborasi NCT dengan Starbucks. Meskipun gerakan BDS dan aktivisme fandom telah banyak dikaji secara terpisah, keterkaitan keduanya dalam konteks industri K-Pop Korea Selatan masih relatif terbatas dikaji sebagai bagian dari dinamika aktor non-negara dalam politik internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi terhadap konten dari platform Weverse, X/Twitter, dan Instagram, serta artikel jurnal dan berita yang relevan. Penelitian ini menggunakan kerangka Global Civil Society, Global Social Movements, Digital Activism, dan Fan Activism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fandom K-Pop memanfaatkan infrastruktur digital dan budaya partisipatif komunitas penggemar untuk menyebarkan informasi boikot, mengedukasi anggota fandom, serta membangun tekanan moral terhadap idol dan agensi hiburan. Tekanan kolektif tersebut menghasilkan respons yang berbeda pada tingkat idol dan agensi, di mana idol menunjukkan respons baik secara eksplisit maupun simbolik, sementara agensi memilih untuk tidak mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan boikot. Temuan ini menunjukkan bahwa fandom K-Pop telah berkembang menjadi bagian dari komunitas sipil global yang mampu menghubungkan budaya populer, media digital, dan isu kemanusiaan global dalam ruang partisipasi kolektif lintas batas. Kata Kunci: Fandom K-Pop, Gerakan BDS, Masyarakat Sipil Global, Aktivisme Digital, Aktivisme Penggemar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 08:02 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 02:19 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83699 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
