Fuady, Teuku Fachrul Hafizh (2026) “KONFLIK INDIA-PAKISTAN DI WILAYAH GILGIT- BALTISTAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP STABILITAS KEAMANAN ASIA SELATAN DITINJAU DARI REGIONAL SECURITY COMPLEX THEORY”. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
08.Abstrak SND.pdf Download (167kB) | Preview |
|
|
Text
09.Kata Pengantar.pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Image
CamScanner 17-06-2026 11.02.jpg Download (340kB) | Preview |
|
|
Text
11.Daftar Isi.pdf Download (367kB) | Preview |
|
|
Text
19. Daftar Pustaka.pdf Download (187kB) | Preview |
|
|
Text
15.Bab II.pdf Download (239kB) | Preview |
|
|
Text
01.Cover.pdf Download (179kB) | Preview |
|
|
Text
16.Bab III.pdf Download (196kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini menganalisis transformasi dinamika konflik di Asia Selatan dengan fokus pada wilayah Gilgit-Baltistan dalam konteks pembangunan China-Pakistan Economic Corridor (CPEC). Konflik Kashmir secara tradisional dipahami sebagai konflik bilateral antara India dan Pakistan yang berakar sejak partisi 1947. Perkembangan kontemporer menunjukkan perubahan signifikan dengan masuknya China melalui CPEC, yang menggeser pola konflik menjadi lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran CPEC sebagai katalisator perubahan konflik, mengidentifikasi mekanisme security dilemma trilateral, serta menganalisis dampaknya terhadap instabilitas kawasan dan pembentukan conflict formation di Asia Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis yang bertumpu pada studi literatur dan dokumen kebijakan, termasuk laporan resmi Kementerian Pertahanan India serta publikasi strategis terkait kawasan. Kerangka analisis menggunakan Regional Security Complex Theory (RSCT) dari Buzan dan Wæver yang menekankan interdependensi keamanan regional serta pola interaksi antarnegara dalam suatu kawasan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gilgit-Baltistan memiliki posisi strategis sebagai titik temu kepentingan India, Pakistan, dan China. Kehadiran CPEC memperkuat dimensi keamanan melalui pembangunan infrastruktur dual-useyang mendukung konektivitas sekaligus meningkatkan kapasitas mobilisasi dan kontrol wilayah. Perbedaan persepsi ancaman mendorong terbentuknya security dilemma trilateral yang memperdalam ketegangan antaraktor. Dinamika ini meningkatkan instabilitas kawasan dan memperkuat pola conflict formation. CPEC berperan sebagai katalisator utama dalam transformasi konflik serta memperluas kompleksitas keamanan di Asia Selatan. Kata kunci: Gilgit-Baltistan, CPEC, Konflik Trilateral, RSCT, Security Dilemma, Asia Selatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 02:06 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 02:06 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83571 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
