KOMPARASI SIKAP DIPLOMATIK INDONESIA DAN FILIPINA TERHADAP PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN DI SEKTOR DOMESTIK DALAM MENHADAPI SISTEM KAFALA DI ARAB SAUDI (2021-2023)

Fajriah, Lulita Sauman Nur (2026) KOMPARASI SIKAP DIPLOMATIK INDONESIA DAN FILIPINA TERHADAP PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN DI SEKTOR DOMESTIK DALAM MENHADAPI SISTEM KAFALA DI ARAB SAUDI (2021-2023). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
COVER- LULITA.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI - LULITA .pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA - LULITA.pdf

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR - LULITA.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar pengesahan TTD - Lulita.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1 LULITA.pdf

Download (626kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK - LULITA.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II - LULITA.pdf

Download (371kB) | Preview

Abstract

Sistem kafala di Arab Saudi menciptakan relasi kuasa timpang yang membuat pekerja migran domestik perempuan rentan terhadap eksploitasi, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Meskipun Arab Saudi melakukan reformasi melalui Labor Reform Initiative pada 2021, reformasi tersebut bersifat parsial dan tidak mencakup sektor domestik yang didominasi pekerja migran perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sikap diplomatik Indonesia dan Filipina dalam melindungi pekerja migran perempuan di sektor domestik menghadapi sistem kafala di Arab Saudi periode 2021–2025, serta menganalisis bagaimana perbedaan strategi kedua negara mempengaruhi tingkat perlindungan pekerja migran. Kerangka analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi empat konsep utama. Pertama, konsep kafala sebagai rezim migrasi regional yang melembagakan kontrol absolut majikan atas pekerja migran. Kedua, konsep migration diplomacy untuk memahami strategi negara pengirim dalam menggunakan tenaga kerja sebagai instrumen negosiasi bilateral. Ketiga, konsep human security untuk mengukur dampak multidimensi sistem kafala terhadap keamanan ekonomi, personal, kesehatan, dan komunitas pekerja. Keempat, konsep gender division of labour untuk menjelaskan bagaimana konstruksi sosial atas kerja domestik perempuan menyebabkan sektor ini dikecualikan dari perlindungan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap pekerja migran, serikat buruh, dan majikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan moratorium permanen dan One Channel System (OCS) yang justru memicu migrasi non-prosedural massif, serta fragmentasi kelembagaan yang melemahkan perlindungan. Sebaliknya, Filipina mengkonsolidasikan kelembagaan melalui pembentukan Department of Migrant Workers (DMW), menggunakan moratorium sebagai alat tawar sementara, dan berhasil menegosiasikan kontrak kerja dengan upah lebih tinggi (2.300 SAR), pre-termination clause, larangan penyitaan paspor, serta sistem blacklist-whitelist. Perbedaan strategi ini berdampak signifikan terhadap tingkat perlindungan pekerja migran, di mana pekerja Filipina mendapatkan keamanan ekonomi dan personal yang lebih baik dibandingkan pekerja Indonesia yang masih menghadapi kerentanan berlapis. Kata Kunci: kafala, Pekerja migran domestik perempuan, diplomasi migrasi, Indonesia, Filipina, Arab Saudi.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 09 Jun 2026 06:14
Last Modified: 09 Jun 2026 06:14
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83505

Actions (login required)

View Item View Item