FENOMENA CULTURE SHOCK PADA PEKERJA RANTAU INDONESIA DI AUSTRALIA (Studi Fenomenologi Pada Pekerja Rantau Indonesia di Australia Melalui Program Working Holiday Visa)

KAZIM, KAZIM (2026) FENOMENA CULTURE SHOCK PADA PEKERJA RANTAU INDONESIA DI AUSTRALIA (Studi Fenomenologi Pada Pekerja Rantau Indonesia di Australia Melalui Program Working Holiday Visa). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
Skripsi FIX KAZIM-Cover.pdf

Download (327kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi FIX KAZIM-Asbtrak.pdf

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi FIX KAZIM-BAB 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi FIX KAZIM-BAB 2.pdf

Download (429kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi FIX KAZIM-Lembar Pengesahan.pdf

Download (180kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi FIX KAZIM-Daftar Isi.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi FIX KAZIM-Kata Pengantarpdf.pdf

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Skripsi FIX KAZIM-Daftar Pustaka.pdf

Download (132kB) | Preview

Abstract

Culture shock atau gegar budaya merupakan fenomena yang umum dialami oleh individu yang berpindah ke lingkungan baru dengan latar belakang budaya yang berbeda, termasuk pada pekerja rantau yang mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) di Australia. Perbedaan budaya, bahasa, pola komunikasi, serta sistem kerja menjadi faktor yang dapat menimbulkan ketidaksiapan individu dalam menjalani kehidupan di lingkungan barunya.Fokus dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses adaptasi budaya yang dialami pekerja rantau Indonesia dalam menghadapi fenomena culture shock selama mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) di Australia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tahapan adaptasi yang dilalui serta pengalaman yang dirasakan oleh para informan dalam menghadapi perbedaan budaya di negara tujuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pekerja rantau Indonesia yang mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) di Australia dan pernah mengalami culture shock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi budaya yang dialami informan berlangsung melalui empat fase, yaitu fase honeymoon, fase frustration, fase readjustment, dan fase resolution. Pada fase honeymoon, informan merasakan antusiasme dan ekspektasi positif terhadap lingkungan baru. Pada fase frustration, muncul berbagai tantangan seperti hambatan bahasa, perbedaan budaya kerja, serta kesepian. Selanjutnya, pada fase readjustment, informan mulai mampu menyesuaikan diri melalui pembelajaran dan pengalaman. Pada fase resolution, informan mencapai tingkat adaptasi yang lebih stabil, ditandai dengan meningkatnya kemandirian, perubahan pola pikir, serta kemampuan dalam menjalani kehidupan di lingkungan multikultural. Kata Kunci: Culture Shock, Pekerja Rantau, Working Holiday Visa, Adaptasi Budaya

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026
Depositing User: Mr Iwan Ridwan Iwan
Date Deposited: 19 May 2026 02:47
Last Modified: 19 May 2026 02:47
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83324

Actions (login required)

View Item View Item