Farrel, Aby (2026) Implementasi Program AIFS (ASEAN Integrated Food Security) Melalui SPA-FS (Strategic Plan of Action on Food Security) dalam Upaya Menjaga Kestabilan Pangan di Indonesia. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
BAB 2.pdf Download (81kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (125kB) | Preview |
|
|
Text
abstrak 3 bahasa.pdf Download (20kB) | Preview |
|
|
Text
REFERENSI.pdf Download (13kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (11kB) | Preview |
|
|
Text
lembar pengesahan.pdf Download (14kB) | Preview |
|
|
Text
cover.pdf Download (19kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (15kB) | Preview |
Abstract
Isu ketahanan pangan dalam beberapa tahun terakhir semakin menjadi perhatian, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat regional. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kompleksitas permasalahan pangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti fluktuasi harga global, perubahan iklim, serta keterkaitan antarnegara dalam sistem pangan. Dalam konteks kawasan Asia Tenggara, ASEAN merespons kondisi tersebut melalui pembentukan ASEAN Integrated Food Security Framework (AIFS) dan Strategic Plan of Action on Food Security (SPA-FS) sebagai kerangka kerja sama untuk menjaga stabilitas pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi AIFS dan SPA-FS di Indonesia, bagaimana kondisi ketahanan pangan di Indonesia, serta sejauh mana implementasi tersebut berdampak terhadap stabilitas pangan nasional. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa implementasi AIFS dan SPA-FS di Indonesia pada dasarnya sudah berjalan, meskipun tidak selalu terlihat secara langsung sebagai bagian dari kerja sama ASEAN. Berbagai kebijakan nasional yang berkaitan dengan pangan pada dasarnya searah dengan kerangka tersebut, seperti upaya peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, serta keterlibatan dalam kerja sama regional. Namun demikian, kondisi ketahanan pangan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan distribusi, fluktuasi harga, serta ketergantungan terhadap impor untuk beberapa komoditas. Selain itu, faktor perubahan iklim dan keterbatasan kapasitas sektor pertanian juga turut memengaruhi stabilitas pangan. Secara keseluruhan, implementasi AIFS dan SPA-FS memberikan kontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di Indonesia, terutama dalam hal koordinasi kebijakan dan kerja sama regional, meskipun hasil yang dicapai masih bersifat bertahap dan belum sepenuhnya optimal dalam menciptakan kestabilan pangan yang merata.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 08 May 2026 07:29 |
| Last Modified: | 08 May 2026 07:29 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
