PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN EKSPLOITASI TENAGA KERJA DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA

Nashya Permata Putrie, Nashya Permata Putrie (2026) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN EKSPLOITASI TENAGA KERJA DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
A. COVER.pdf

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
F. BAB I.pdf

Download (357kB) | Preview
[img]
Preview
Text
G. BAB II.pdf

Download (271kB) | Preview
[img] Text
H. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (276kB)
[img] Text
I. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (308kB)
[img]
Preview
Text
K. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (225kB) | Preview

Abstract

Isu eksploitasi tenaga kerja anak di Indonesia mencerminkan ketidaksesuaian antara ketentuan hukum yang ada dengan implementasi di tingkat lapangan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis mekanisme perlindungan hukum pidana bagi anak korban eksploitasi tenaga kerja di Indonesia serta menilai Perilakku. Walaupun berbagai implementasi hukum telah mengatur perlindungan anak, seperti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Namun eksploitasi tersebut tetap berlangsung, sehingga memerlukan analisis mendalam terhadap penerapan hukum-hukum tersebut, Kondisi ini menimbulkan beberapa permasalahan utama, yaitu: 1) Bagaimana perlindungan hukum bagi anak yang menjadi korban eksploitasi tenaga kerja pada usia dini dalam perspektif hukum Pidana di Indonesia, 2) Bagaimana implementasi perlindungan hukum bagi anak karena adanya eksploitasi tenaga kerja anak di Indonesia, 3) Bagaimana upaya agar anak yang bekerja mendapatkan perlindungan Hukum oleh pemerintah Indonesia. Metode penelitian yang digunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan statute approach dan pendekatan konseptual conceptual approach, yang didukung dengan data empiris dari wawancara terhadap aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk mendapatkan pemahaman faktual tentang hambatan penegakan hukum. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa secara normatif, Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang komprehensif untuk melindungi anak korban eksploitasi, termasuk ketentuan sanksi pidana bagi pelaku, akan tetapi pada tahap implementasi penegakan hukum tersebut belum mencapai tingkat optimal. Dalam melindungi anak dari eksploitasi ketenagakerjaan sebenarnya telah memiliki dasar hukum yang kuat, terutama melalui Undang-Undang Perlindungan Anak yang melarang penyalahgunaan ekonomi terhadap anak dan memberikan sanksi pidana bagi pelaku, namun implementasi perlindungan masih cenderung berorientasi pada pendekatan represif (penghukuman pelaku), sementara pemenuhan hak korban seperti rehabilitasi, restitusi, dan pendampingan psikososial belum berjalan optimal dan belum diatur secara komprehensif, akibatnya muncul kesenjangan antara norma hukum (das sollen) dan praktik di lapangan (das sein), yang ditandai dengan masih tingginya kasus eksploitasi anak akibat lemahnya pengawasan, tekanan ekonomi keluarga, serta kurangnya koordinasi antar lembaga. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan kebijakan yang tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya preventif dan restoratif guna memastikan pemulihan dan perlindungan hak anak secara menyeluruh. Kata Kunci: Anak, Eksploitasi, Hukum, Implementasi, Perlindungan.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2026
Depositing User: Nandang Haeruman
Date Deposited: 05 May 2026 06:47
Last Modified: 05 May 2026 06:47
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82979

Actions (login required)

View Item View Item