PENERAPAN PRINSIP PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENIPUAN BERKEDOK ROMANTIS PADA APLIKASI KENCAN ONLINE DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA

Allief Fitrah Hakim, Allief Fitrah Hakim (2026) PENERAPAN PRINSIP PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENIPUAN BERKEDOK ROMANTIS PADA APLIKASI KENCAN ONLINE DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
A. COVER.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text
F. BAB I.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text
G. BAB II.pdf

Download (312kB) | Preview
[img] Text
H. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (260kB)
[img] Text
I. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (330kB)
[img] Text
J. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (307kB)
[img]
Preview
Text
K. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (297kB) | Preview

Abstract

Perkembangan teknologi dan pengetahuan turut memengaruhi evolusi kejahatan. Pelaku kejahatan tidak terikat oleh lokasi mana pun atau metode tertentu, menggunakan teknologi dalam dunia maya sebagai sarana untuk melakukan kejahatan. Salah satu bentuknya adalah penipuan dalam kontek percintaan berkedok romantis melalui pemanfaatan media elektronik secara daring. Terhadap hal demikian penulis tertarik mengkaji kejelasan norma hukum pidana dalam mengkualifikasikan penipuan berkedok romantis pada aplikasi kencan online dalam hukum pidana positif saat ini, penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penipuan berkedok romantis pada aplikasi kencan online, dan solusi memaksimalkan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penipuan berkedok romantis pada aplikasi kencan online. Metode pendekatan yang digunakan yaitu yuridis normative dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dengan metode analisis data yuridis kualitatatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejelasan norma hukum pidana dalam mengkualifikasikan penipuan berkedok romantis pada aplikasi kencan online dalam hukum pidana positif saat ini merupakan tindak pidana yang dilakukan dengan tipu muslihat, rangkaian kebohongan, nama palsu dan keadaan palsu dengan maksud menguntungkan diri sendiri dengan tiada hak. Perbuatan demikian terdapat larangannya dalam KUHP Baru dan UU ITE. Penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penipuan berkedok romantis pada aplikasi kencan online adalah menggunakan Pasal 492 ayat (1) KUHP baru atau Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45 A ayat (1) UU ITE. Merujuk pada asas lex specialis derogate legi generali maka dalam konteks ini dipergunakan ketentuan yang terdapat dalam UU ITE. Solusi memaksimalkan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penipuan berkedok romantis pada aplikasi kencan online harus dilakukan dalam lingkup penal dan non penal, serta baik dalam lingkup substansi, struktur dan budaya hukum. Kata Kunci: Penipuan, Romantis, Aplikasi Kencan, Pidana

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2026
Depositing User: Nandang Haeruman
Date Deposited: 04 May 2026 02:51
Last Modified: 04 May 2026 02:51
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82909

Actions (login required)

View Item View Item