STRATEGI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMEKARAN DAERAH OTONOMI BARU (DOB) CILANGKAHAN DI PROVINSI BANTEN

ROHMATULLAH, MUHAMAD (2026) STRATEGI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMEKARAN DAERAH OTONOMI BARU (DOB) CILANGKAHAN DI PROVINSI BANTEN. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
Artikel Perpus - Muhamad Rohmatullah - 238010014.pdf

Download (217kB) | Preview

Abstract

Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan di Kabupaten Lebak merupakan salah satu upaya strategis untuk mengatasi ketimpangan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Lebak Selatan. Kondisi geografis yang luas serta jarak yang relatif jauh dari pusat pemerintahan menyebabkan akses masyarakat terhadap layanan administratif, infrastruktur, dan pembangunan menjadi kurang optimal. Di sisi lain, wilayah Cilangkahan memiliki potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata yang cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal akibat keterbatasan kewenangan dan kapasitas pengelolaan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah model implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn yang meliputi enam variabel, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antarorganisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial, ekonomi, dan politik, serta disposisi atau sikap pelaksana. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa meskipun secara administratif persyaratan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan telah terpenuhi, implementasi kebijakan tersebut hingga saat ini belum dapat direalisasikan secara optimal. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kesiapan administratif dengan realitas implementasi kebijakan di lapangan. Selain faktor kebijakan moratorium pemekaran daerah yang menjadi hambatan utama, penelitian ini menemukan bahwa dari enam variabel dalam model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, terdapat tiga variabel yang paling dominan menjadi kendala, yaitu sumber daya finansial, lingkungan politik, dan karakteristik agen pelaksana.

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Divisions: Pascasarjana > S2-Administrasi dan Kebijakan Publik 2026
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 02 May 2026 04:39
Last Modified: 02 May 2026 04:39
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82903

Actions (login required)

View Item View Item