DAMPAK KLAIM KEPULAUAN SENKAKU ATAU DIAOYU OLEH JEPANG TERHADAP ARAH KEBIJAKAN LUAR NEGERI CHINA

Annaufal, Muhammad Ridhwan (2026) DAMPAK KLAIM KEPULAUAN SENKAKU ATAU DIAOYU OLEH JEPANG TERHADAP ARAH KEBIJAKAN LUAR NEGERI CHINA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
5. BAB II.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTARK 3 BAHASA.pdf

Download (100kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2.LEMBAR PENGESAHAN.PDF.pdf

Download (470kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. DAFTAR ISI.pdf

Download (37kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. KATA PENGANTAR.pdf

Download (168kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (190kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana klaim Jepang atas Kepulauan Senkaku atau Diaoyu memengaruhi arah kebijakan luar negeri China. Sengketa ini menjadi rumit karena melibatkan perbedaan sejarah, hukum internasional, hingga persaingan kekuatan besar di Asia Timur. Fokus utama penelitian ini adalah membedah dasar klaim kedua negara, faktor yang memengaruhi sikap China, serta bagaimana respon kebijakan China terhadap tindakan Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan langkah nasionalisasi oleh Jepang memicu eskalasi ketegangan yang signifikan antara kedua negara. China menganggap hal ini sebagai upaya sepihak untuk mengubah status quo, sehingga China mengubah kebijakannya dari defensif menjadi lebih asertif dan proaktif. Perubahan ini dibuktikan dengan meningkatnya patroli maritim dan penetapan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) pada tahun 2013. Terdapat benturan prinsip yang mendalam: Jepang merasa memiliki hak berdasarkan prinsip terra nullius dan administrasi sejak 1895, sementara China bersikeras pada bukti sejarah sejak Dinasti Ming dan Qing. Perbedaan ini menciptakan kebuntuan diplomatik. Selain itu, kebijakan China juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti nasionalisme domestik untuk memperkuat legitimasi partai komunis, serta faktor eksternal yaitu keterlibatan Amerika Serikat melalui aliansi keamanannya dengan Jepang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa klaim Jepang telah menjadi katalisator bagi China untuk menerapkan kebijakan luar negeri yang lebih tegas dan terintegrasi. Dampaknya tidak hanya terasa pada hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memicu penataan ulang keseimbangan kekuatan dan stabilitas di kawasan Asia Timur secara lebih luas. Kata Kunci: Kebijakan Luar Negeri China, Kepulauan Senkaku atau Diaoyu, Sengketa Wilayah, Geopolitik.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2025
Depositing User: Mr Iwan Ridwan Iwan
Date Deposited: 30 Apr 2026 06:54
Last Modified: 30 Apr 2026 06:54
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82888

Actions (login required)

View Item View Item