WIDYASTUTI, EUIS (2026) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI DOKTER SPESIALIS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI DALAM TINDAKAN OPERASI SECTIO CAESAREA TERHADAP PASIEN DENGAN PREEKLAMSIA BERAT DALAM PERSPEKTIF PERATURAN. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
ARTIKEL PERLINDUNGAN HUKUM BAGI DOKTER SPESIALIS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI DALAM TINDAKAN OPERASI SECTIO CAESAREA TERHADAP PASIEN DENGAN PREEKLAMSIA BERAT DALAM PERSPEKTIF PERATURAN_EUIS WIDYASTUTI _228040014.pdf Download (388kB) | Preview |
Abstract
Penyebab kematian ibu akibat preeklamsia dan eklampsia di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan di Asia Tenggara atau dunia. Preeklamsia merupakan gangguan dengan etiologi yang tidak diketahui secara khusus pada perempuan hamil. Eklampsia yang tidak dikendalikan dengan baik akan dapat mengakibatkan kecacatan menetap atau bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi. Dalam kaitannya dengan ini maka perlindungan hukum terhadap tenaga kesehatan salah satunya dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dalam melakukan tindakan medis berupa operasi sectio caseria terhadap pasien yang mengalami preeklampsi berat menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini menggunakan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis yaitu yang menggambarkan fakta-fakta perlindungan hukum bagi dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam tindakan operasi sectio caesaria terhadap pasien dengan preeklamsia berat dalam perspektif peraturang perundang-undangan di Indonesia, metode pendekatan penelitian yuridis normatif, yaitu mengkaji berdasarkan perundang-undangan, tahap penelitian yaitu penelitian kepustakaan adalah penelitian terhadap bahan hukum primer, sekunder dan tersier, lalu penelitian lapangan berupa wawancara sebagai bahan pendukung dari data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumen diperoleh dari data sekunder dan wawancara sebagai data primer, alat pengumpulan data dalam penelitian kepustakaan berupa inventarisasi bahan-bahan hukum primer, sekunder, tertier. Alat 2 pengumpulan data dalam penelitian lapangan berupa daftar pertanyaan, kamera, analisis data bersifat kualitatif yaitu menganalisis data sekunder dengan data primer dianalisis tanpa menggunakan statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap dokter spesialis obstetri dan ginekologi pada operasi sectio caesarea terhadap pasien yang mengalami preeklampsi berat sudah diatur secara jelas dan tegas dalam berbagai peraturan perundang-undangan yakni Pasal 28 Huruf D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945; pasal 273 ayat (1) huruf f, 302 ayat (3) UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Adapun akibat hukum terhadap Dokter Spesialis Obstetric Dan Ginekologi yang melakukan operasi sectio caesaria pada pasien yang mengalami preeklamsia berat yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi, standar keilmuan dan standar kompetensi yang dimiliki, tidak sesuai dengan kode etik kedokteran dan tidak sesuai dengan SOP, maka dokter dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana (Pasal 466, 468, 474,155 Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP dan Pasal 440 Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan), pertanngungjawaban perdata (Pasal 1365,1366,1367,1239 KUHPerdata)
| Item Type: | Thesis (Thesis(S2)) |
|---|---|
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 03:48 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 03:48 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82633 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
