COLLABORATIVE GOVERNANCE BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) KARYA MANDIRI DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT

Purwanti, Yayu (2026) COLLABORATIVE GOVERNANCE BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) KARYA MANDIRI DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
Yayu Purwanti-238010022-MAKP.pdf

Download (135kB) | Preview

Abstract

Collaborative Governance menjadi suatu konsep yang krusial dalam pengelolaan sumber daya publik saat ini, mengingat kompleksitas permasalahan yang melampaui batas kewenangan satu institusi tunggal. Dalam konteks pengelolaan air bersih di tingkat desa, kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan administratif, melainkan langkah mutlak untuk menjamin keberlanjutan layanan dan efektivitas birokrasi. Kolaborasi yang dijalin oleh Unit Pengelola Air Bersih (PAB) di BUMDes Karya Mandiri dengan stakeholders dilatarbelakangi oleh fenomena kurangnya air bersih di Desa Cibodas, sedangkan air bersih merupakan aspek yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, namun kolaborasi yang dijalin masih bersifat stagnan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi yang dilakukan dalam pengelolaan air bersih di BUMDes Karya Mandiri Desa Cibodas dengan Desa Suntenjaya, PT Perkebunan Nusantara dan Perhutani sebagai stakeholders dengan menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Untuk mengukur sejauhmana proses kolaborasi yang dilakukan, peneliti menggunakan model Collaborative Governance Regime (CGR) yang diungkapkan oleh Emerson dan Nabatchi (2015) yang meliputi: System Context, Collaborative Dynamic, Collaborative Actions, Collaborative Regime, Outcomes, Adaptation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah berjalan, namun belum efektif. Hal ini disebabkan oleh beberapa permasalahan, antara lain: lemahnya inisiasi kepemimpinan dalam merespon masalah teknis seperti berkurangnya debit air di lintas Desa Suntenjaya, serta terbatasnya pengetahuan strategis Unit Pengelola Air Bersih (PAB) untuk melakukan perluasan kolaborasi. Akar permasalahan tersebut bersumber pada kurangnya forum diskusi rutin yang dijalin antara Unit Pengelola dengan DPMD Kabupaten Bandung Barat dan peran Kecamatan Lembang sebagai fasilitator yang masih terbatas pada fungsi pembinaan administratif. Sehingga kondisi ini berimplikasi pada belum tercapainya target PADes yang merupakan hasil dari proses kolaborasi. Berdasarkan permasalahan yang dialami Unit Pengelola Air Bersih belum terdorong untuk beradaptasi dalam melakukan perubahan pada proses kolaborasi.

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Divisions: Pascasarjana > S2-Administrasi dan Kebijakan Publik 2026
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 31 Mar 2026 01:39
Last Modified: 31 Mar 2026 01:39
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82569

Actions (login required)

View Item View Item