UPAYA HUKUM BAGI KORBAN PENGANIAYAAN AKIBAT ADANYA WANRESTASI TERHADAP PERJANJIAN

Danil Faeza Letra, Danil Faeza Letra (2026) UPAYA HUKUM BAGI KORBAN PENGANIAYAAN AKIBAT ADANYA WANRESTASI TERHADAP PERJANJIAN. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
A. COVER.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
G. BAB 1.pdf

Download (127kB) | Preview
[img]
Preview
Text
H. BAB 2.pdf

Download (116kB) | Preview
[img] Text
I. BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (193kB)
[img] Text
J. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (246kB)
[img] Text
K. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (74kB)
[img]
Preview
Text
L. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (187kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana terhadap perbuatan penganiayaan yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, khususnya dalam konteks konflik yang berawal dari hubungan keperdataan atau perjanjian usaha. Dalam praktiknya, sengketa keperdataan sering kali berkembang menjadi tindakan kekerasan fisik yang menimbulkan kerugian serius bagi korban, sehingga menimbulkan pergeseran rezim hukum dari perdata ke pidana. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai batas antara tanggung jawab keperdataan dan pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis secara kualitatif. Fokus utama kajian ini adalah ketentuan mengenai penganiayaan berencana dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta relevansinya dengan ketentuan hukum acara pidana yang mengatur proses penegakan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganiayaan yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu memiliki tingkat kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan penganiayaan biasa karena adanya unsur kesengajaan dan perencanaan sebelum perbuatan dilakukan. Ancaman pidana terhadap perbuatan tersebut bersifat bertingkat berdasarkan akibat yang ditimbulkan, mulai dari penganiayaan tanpa akibat berat, penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, hingga penganiayaan yang menyebabkan kematian. Peningkatan ancaman pidana tersebut mencerminkan penerapan prinsip proporsionalitas dalam hukum pidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam hal telah terpenuhi unsur tindak pidana penganiayaan berencana, maka penyelesaian perkara harus dilakukan melalui mekanisme hukum pidana tanpa mengesampingkan kemungkinan adanya tanggung jawab keperdataan. Dengan demikian, hukum pidana berfungsi sebagai instrumen perlindungan terhadap keselamatan dan nyawa manusia serta sebagai sarana penegakan keadilan bagi korban. Kata Kunci: Mediasi, Penganiayaan, Wanprestasi

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2026
Depositing User: Nandang Haeruman
Date Deposited: 03 Mar 2026 06:56
Last Modified: 03 Mar 2026 06:56
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82510

Actions (login required)

View Item View Item