Turfa Saffanah, Saffanah Turfa, 220010015 (2026) HUBUNGAN KADAR GLIKOHEMOGLOBIN A1c (HbA1c) DENGAN KEJADIAN NEUROPATI DIABETIKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS GARUDA KOTA BANDUNG TAHUN 2025. Skripsi(S1) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Cover_KTI Turfa.pdf Download (132kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak_KTI Turfa.pdf Download (130kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 1_KTI Turfa.pdf Download (121kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 2_KTI Turfa.pdf Download (733kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 3_KTI Turfa.pdf Restricted to Repository staff only Download (337kB) |
||
|
Text
Bab IV_KTI Turfa.pdf Restricted to Repository staff only Download (196kB) |
||
|
Text
Bab V_KTI Turfa.pdf Restricted to Repository staff only Download (73kB) |
||
|
Text
Daftar Pustaka_KTI Turfa.pdf Download (111kB) | Preview |
|
|
Text
Turnitin_KTI Turfa.pdf Download (209kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar pengesahan_KTI Turfa.pdf Restricted to Repository staff only Download (95kB) |
Abstract
Latar Belakang: Neuropati diabetika merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular yang paling sering terjadi pada penderita diabetes melitus dan dapat berujung pada ulserasi kaki maupun amputasi. Risiko terjadinya neuropati diabetika meningkat apabila kadar glikohemoglobin A1c (HbA1c) tidak terkontrol. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan kejadian neuropati diabetika pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Garuda Kota Bandung tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Instrumen penelitian meliputi kuesioner DN4 dan data rekam medis yang memuat kadar HbA1c. Analisis hubungan antara kadar HbA1c dengan kejadian neuropati diabetik dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebanyak 68 responden memenuhi kriteria inklusi, dengan 40 responden (58,8%) diantaranya mengalami neuropati diabetika. Sebagian besar responden dengan neuropati diabetika berda pada kelompok usia ≥60 tahun (82,5%), berjenis kelamin perempuan (80,0%), memiliki kadar HbA1c ≥7% (53,5%), dan telah menderita diabetes melitus selama ≥5 tahun (82,5%). Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kadar HbA1c dan kejadian neuropati diabetika (p < 0,001; r = 0,585). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kejadian neuropati diabetika pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kekuatan korelasi sedang. Kata kunci: Diabetes melitus, HbA1c, Neuropati diabetika.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes mellitus, HbA1c, Diabetic neuropathy |
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Sarjana Kedokteran 2026 |
| Depositing User: | Mr Perpustakaan FK |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 06:28 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 06:28 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82414 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
