KEKUATAN PEMBUKTIAN HUKUM ATAS TANAH BERASAL DARI EIGENDOM VERPONDING DIKAITKAN DENGAN ASAS KEPASTIAN HUKUM DALAM MEMPEROLEH HAK ATAS TANAH

Mahendra Adhika Putra Purnam, Mahendra Adhika Putra Purnam (2025) KEKUATAN PEMBUKTIAN HUKUM ATAS TANAH BERASAL DARI EIGENDOM VERPONDING DIKAITKAN DENGAN ASAS KEPASTIAN HUKUM DALAM MEMPEROLEH HAK ATAS TANAH. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
A. COVER.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
G. BAB 1.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
H. BAB 2.pdf

Download (176kB) | Preview
[img] Text
I. BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (117kB)
[img] Text
J. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (112kB)
[img] Text
K. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (78kB)
[img]
Preview
Text
L. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (129kB) | Preview

Abstract

Setelah Undang - Undang Pokok Agraria (UUPA) diberlakukan, hak atas tanah barat seperti hak eigendom harus dikonversi menjadi hak atas tanah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam UUPA. Namun, masih ada kasus-kasus yang berkaitan dengan tanah dengan dasar hak eigendom verponding yang belum dikonversi. Penelitian ini mengkaji kasus sengketa lahan di Desa Cikalong, Pangandaran, dan Hidayat Faber sebagai pihak pengklaim berdasarkan Surat Penepatan Pengadilan Negeri Cianjur. Fokus penelitian meliputi status hukum tanah yang berasal dari eigendom verponding di Indonesia sesudah berlakunya UUPA, kekuatan pembuktian hak atas tanah berasal dari eigendom verponding, serta legalitas dan pembuktian eigendom verponding yang tidak dilakukan konversi sesuai dengan Peraturan Perundang - Undangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskripitif analitis dengan pendekatan hukum normatif dan bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini mencakup bahan hukum primer yaitu UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang - Undang Nomor 5 Tahun 1960 sebagai regulasi yang digunakan pada penelitian ini, dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa status hukum tanah bekas eigendom verponding yang telah didaftarkan akan diberi hak atas tanah berlandaskan hak prioritas diantaranya sebagaimana disebutkan dalam definisi Hak Guna Usaha untuk mengusahakan tanah yang dikuasai oleh negara dalam jangka waktu tertentu. Kekuatan pembuktian hak atas tanah yang berasal dari eigendom verponding sangat bergantung pada proses konversi dan pendaftaran tanah. legalitas Eigendom Verponding menjadi tidak sah di Indonesia setelah UUPA tahun 1960 berlaku, kecuali jika dikonversi menjadi hak kepemilikan. Batasan waktu konversi pada tahun 1980 mengakibatkan tanah Eigendom Verponding yang belum dikonversi dianggap sebagai tanah yang dikuasai oleh negara. Meskipun begitu, Eigendom Verponding masih memiliki kedudukan yang sah di Indonesia dan dapat diubah menjadi sertifikat hak milik dengan prosedur yang sesuai. Kata Kunci : Kekuatan Pembuktian, Tanah, Eigendom, Kepastian Hukum.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2025
Depositing User: Nandang Haeruman
Date Deposited: 23 Feb 2026 04:37
Last Modified: 23 Feb 2026 04:37
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82370

Actions (login required)

View Item View Item