Fitria, Rodiyah (2026) POLA KOMUNIKASI PENDIDIK ANTARGENERASI (GENERASI X DAN GENERASI MILENIAL) STUDI KASUS DI SMP NEGERI 2 DI KOTA BANDUNG. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Rodiyah Fitria.pdf Download (236kB) | Preview |
Abstract
erkembangan dunia pendidikan di era digital menghadirkan dinamika baru dalam kehidupan organisasi sekolah, khususnya terkait keberagaman generasi tenaga pendidik. Sekolah sebagai organisasi pendidikan formal tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang melibatkan individu dengan latar belakang pengalaman, nilai, serta karakteristik generasi yang berbeda. Salah satu fenomena yang semakin menonjol dalam konteks ini adalah keberadaan pendidik dari Generasi X dan Generasi Milenial yang bekerja dan berinteraksi secara bersamaan dalam satu lingkungan organisasi. Perbedaan karakteristik generasi tersebut secara langsung memengaruhi cara berkomunikasi, berkoordinasi, serta membangun relasi profesional di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pola komunikasi pendidik antargenerasi, khususnya antara Generasi X dan Generasi Milenial di SMP Negeri 2 Kota Bandung. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana proses komunikasi antargenerasi berlangsung dalam aktivitas kerja sehari-hari, baik dalam konteks formal maupun informal, faktor-faktor yang memengaruhi komunikasi tersebut, hambatan-hambatan komunikasi yang muncul, serta strategi adaptasi komunikasi yang dilakukan oleh pendidik lintas generasi dalam membangun komunikasi yang efektif. Penelitian ini memandang komunikasi sebagai proses sosial yang sarat makna dan dipengaruhi oleh latar belakang generasi sebagai subkultur dalam organisasi pendidikan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif. Pendekatan ini dipilih untuk menggali pengalaman subjektif, pemaknaan, dan interpretasi pendidik terhadap proses komunikasi antargenerasi yang mereka alami. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pendidik Generasi X dan Generasi Milenial, serta informan pendukung yang memiliki peran strategis dalam organisasi sekolah. Analisis data dilakukan secara simultan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi pendidik antargenerasi di SMP Negeri 2 Kota Bandung terbentuk melalui interaksi komunikasi formal dan informal yang berlangsung secara dinamis. Generasi X cenderung menggunakan gaya komunikasi yang lebih formal, terstruktur, dan hierarkis, serta lebih mengandalkan komunikasi tatap muka. Sementara itu, Generasi Milenial menunjukkan kecenderungan menggunakan gaya komunikasi yang lebih fleksibel, informal, dan interaktif, dengan pemanfaatan media digital sebagai sarana utama komunikasi kerja. Perbedaan gaya komunikasi tersebut memengaruhi cara pendidik menyampaikan pesan, menerima umpan balik, serta memaknai hubungan kerja dalam organisasi sekolah. Penelitian ini juga menemukan bahwa hambatan komunikasi antargenerasi muncul akibat perbedaan nilai kerja, preferensi media komunikasi, serta perbedaan persepsi terhadap profesionalisme dan otoritas. Namun demikian, hambatan tersebut tidak selalu berujung pada konflik terbuka, karena kedua generasi menunjukkan adanya upaya adaptasi dan penyesuaian komunikasi. Strategi adaptasi komunikasi yang dilakukan meliputi penyesuaian bahasa, pemilihan media komunikasi yang lebih inklusif, serta peningkatan sikap keterbukaan dan empati dalam interaksi kerja. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian ilmu komunikasi, khususnya dalam bidang komunikasi interpersonal dan komunikasi antargenerasi dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini juga memperkuat perspektif komunikasi antarbudaya dengan memposisikan generasi sebagai subkultur yang memiliki karakteristik komunikasi tersendiri. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah dalam merumuskan strategi komunikasi yang lebih adaptif, inklusif, dan harmonis guna meningkatkan efektivitas kerja serta kualitas iklim organisasi pendidik.
| Item Type: | Thesis (Thesis(S2)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S2-Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 06:13 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 06:13 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82328 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
