Fasya Salsabila, Fasya Salsabila (2026) HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA FUNGSIONAL DI KLINIK YABES KOTA BANDUNG. Skripsi(S1) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Cover (Fasya).pdf Download (238kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak Indonesia-Inggris (Fasya).pdf Download (212kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 1 (Fasya).pdf Download (161kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 2 (Fasya).pdf Download (299kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 3 (Fasya).pdf Restricted to Repository staff only Download (386kB) |
||
|
Text
Bab 4 (Fasya).pdf Restricted to Repository staff only Download (349kB) |
||
|
Text
Bab 5 (Fasya).pdf Restricted to Repository staff only Download (114kB) |
||
|
Text
Daftar Pustaka (Fasya).pdf Download (104kB) | Preview |
|
|
Text
Hasil Cek Turnitin (Fasya).pdf Download (207kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pengesahan (Fasya).pdf Restricted to Repository staff only Download (118kB) |
Abstract
Dispepsia fungsional merupakan gangguan saluran cerna bagian atas dengan prevalensi tinggi yang berdampak pada penurunan kualitas hidup penderita. Gangguan ini sering ditemukan pada berbagai kelompok populasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti pola makan, konsumsi makanan pedas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta kebiasaan minum kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi serta faktor risiko yang berhubungan dengan sindrom dispepsia fungsional pada pasien di Klinik Yabes Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang pada 95 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terkait karakteristik demografi, pola makan, konsumsi makanan pedas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan kebiasaan minum kopi. Analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-Square dan Gamma. Sebanyak 82 responden (86,3%) mengalami dispepsia fungsional, dengan mayoritas berusia 36–60 tahun (65,3%) dan perempuan (77,9%). Pola makan baik ditemukan pada 87,4% responden, 49,5% jarang mengonsumsi makanan pedas, dan 56,8% mengonsumsi kopi dalam kategori ringan. Namun demikian, pola makan (p = 0,003), konsumsi makanan pedas (p=0,008), dan konsumsi kopi (p = 0,011) berhubungan signifikan dengan dispepsia fungsional, sedangkan kebiasaan merokok tidak berhubungan (p = 0,994). Analisis konsumsi alkohol tidak dilakukan karena seluruh responden menyatakan tidak mengonsumsi alkohol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan, konsumsi makanan pedas, dan konsumsi kopi tetap menjadi faktor risiko penting terhadap dispepsia fungsional meskipun pada mayoritas responden berada dalam kategori baik atau ringan. Edukasi gaya hidup sehat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian dispepsia di masyarakat. Kata Kunci: Dispepsia fungsional, faktor risiko, pola makan, konsumsi makanan pedas, konsumsi kopi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Sarjana Kedokteran 2026 |
| Depositing User: | Mr Perpustakaan FK |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 02:31 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 02:31 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82138 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
