Ferdiansyah, Ega (2026) ERLINDUNGAN HUKUM BAGI DEBITUR DALAM PERJANJIAN KERJA SAMA KONSTRUKSI TERHADAP TINDAKAN WANPRESTASI YANG DILAKUKAN OLEH KREDITUR. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Full Draft Tesis - Ega Ferdiansyah 238040051.pdf Download (619kB) | Preview |
Abstract
Perjanjian kerja sama konstruksi merupakan instrumen hukum yang memiliki peran strategis dalam mengatur hubungan hukum antara kreditur sebagai pemberi kerja dan debitur sebagai pelaksana pekerjaan. Dalam praktiknya, hubungan kontraktual tersebut tidak jarang diwarnai oleh terjadinya wanprestasi, khususnya yang dilakukan oleh kreditur dalam bentuk keterlambatan pembayaran, pemotongan nilai pembayaran, atau tidak dipenuhinya kewajiban sesuai perjanjian. Kondisi ini seringkali menempatkan debitur, terutama pelaku usaha konstruksi skala kecil, pada posisi yang lemah secara ekonomi maupun hukum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi debitur dalam perjanjian kerja sama konstruksi terhadap tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh kreditur serta mengkaji akibat hukum yang timbul dari perbuatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis, yang didukung oleh data empiris melalui wawancara dengan pelaku usaha konstruksi dan instansi terkait. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perlindungan hukum bagi debitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, perlindungan hukum bagi debitur telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, khususnya mengenai perikatan dan wanprestasi, serta dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Perlindungan tersebut meliputi perlindungan hukum preventif melalui penyusunan kontrak yang adil dan seimbang, serta perlindungan hukum represif melalui mekanisme penyelesaian sengketa baik secara litigasi maupun non-litigasi. Namun demikian, dalam praktiknya perlindungan hukum tersebut belum sepenuhnya efektif karena adanya ketidakseimbangan posisi tawar antara kreditur dan debitur, rendahnya pemahaman hukum debitur, serta lemahnya penegakan hak dalam hubungan kontraktual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wanprestasi yang dilakukan oleh kreditur dalam perjanjian kerja sama konstruksi menimbulkan akibat hukum berupa kewajiban untuk memenuhi prestasi, membayar ganti rugi, serta kemungkinan dikenakannya sanksi hukum sesuai ketentuan perundang-undangan dan isi kontrak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan aspek perlindungan hukum bagi debitur melalui peningkatan kualitas perjanjian konstruksi, sosialisasi hak-hak hukum pelaku usaha kecil, serta optimalisasi peran lembaga penyelesaian sengketa guna mewujudkan keadilan dan kepastian hukum dalam sektor jasa konstruksi.
| Item Type: | Thesis (Thesis(S2)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S2-Ilmu Hukum 2025 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 10 Jan 2026 03:18 |
| Last Modified: | 10 Jan 2026 03:18 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82048 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
