TRANSFORMASI GENDER GUNA MEMBENTUK KONSEP DIRI WARIA Studi Kasus Pada Pembentukan Konsep Diri Waria Di Srikandi Pasundan

Rd. Ratih Meirina Laraswati, 122050072 (2016) TRANSFORMASI GENDER GUNA MEMBENTUK KONSEP DIRI WARIA Studi Kasus Pada Pembentukan Konsep Diri Waria Di Srikandi Pasundan. Skripsi(S1) thesis, PERPUSTAKAAN.

[img] Text
ABSTRACT INGGRIS.docx

Download (13kB)
[img] Text
ABSTRAK INDONESIA.docx

Download (13kB)
[img] Text
BAB I.docx

Download (27kB)
[img] Text
BAB II.docx

Download (51kB)
[img] Text
COVER.docx

Download (84kB)

Abstract

ABSTRAK Judul dalam penelitian ini adalah “Transformasi Gender Guna Membentuk Konsep Diri Waria” (Studi Kasus Pada Pembentukan Konsep Diri Waria Di Srikandi Pasundan) Fokus dalam penelitian ini adalah mengenai bagaimana transformasi gender guna membentuk konsep diri waria. Permasalahan dalam penelitian ini di identifikasikan sebagai berikut : 1. Motif seseorang sehingga melakukan transformasi gender. 2. Tahapan transformasi gender yang dilakukan oleh para waria. 3. Cara mengkomunikasikan kepada masyarakat mengenai identitas sebagai waria baik secara verbal maupun non verbal. 4. Konsep diri waria dalam konteks komunikasi intrapersonal. Hampir semua orang mengenal waria (wanita pria). Waria adalah individu yang memiliki jenis kelamin laki-laki tetapi berperilaku dan berpakaian seperti layaknya seorang wanita. Waria merupakan kelompok minoritas dalam masyarakat, namun demikian jumlah waria semakin hari semakin bertambah, terutama di kota-kota besar. Bagi peneliti, waria merupakan suatu permasalahan sosial yang menarik untuk diteliti karena dalam kenyataannya, tidak semua orang dapat mengetahui secara pasti dan memahami mengapa dan bagaimana perilaku waria dapat terbentuk. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dimulai dari studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan disertai dengan adanya dokumentasi. Obyek dalam penelitian ini adalah Yayasan Srikandi Pasundan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa : 1. Seseorang memutuskan untuk menjadi seorang waria diawali dengan adanya rasa ketidaknyamanan sebagai seorang laki-laki. 2. Faktor terbentuknya seseorang menjadi waria terdiri dari faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor sosiologis. 3. Pada dasarnya waria tidak memiliki cara khusus untuk mengkomunikasikan dirinya sebagai waria kepada masyarakat, karena masyarakat sudah mampu menilai baik secara verbal maupun nonverbal terhadap waria. 4. Konsep diri waria pada dasarnya, merupakan konsep diri yang terbentuk dari hasil interaksi yang ia lakukan, bukan anugerah ketika ia dilahirkan.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2016
Depositing User: Irawan Whibiksana
Date Deposited: 01 Sep 2016 17:49
Last Modified: 01 Sep 2016 17:49
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/9931

Actions (login required)

View Item View Item