ANALISIS HUKUM TENTANG PEMBAGIAN HARTA WARISAN ORANG HILANG(MAFQUD) MENURUT HUKUM ISLAM

ANDREAS PANGOLOAN, NPM. 121000128 (2016) ANALISIS HUKUM TENTANG PEMBAGIAN HARTA WARISAN ORANG HILANG(MAFQUD) MENURUT HUKUM ISLAM. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Hukum Unpas.

[img] Text
4. Daftar Isi.pdf

Download (100kB)
[img] Text
5. Kata Pengantar.pdf

Download (78kB)
[img] Text
6. BAB I.pdf

Download (315kB)
[img] Text
7. BAB II.pdf

Download (258kB)
[img] Text
12. LEMBAR PENGESAHAN DEKAN.pdf

Download (4kB)
[img] Text
8. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (267kB)

Abstract

Belum terdapat unifikasi hukum Islam yang berkenaan dengan batasan waktu orang hilang yang di persangkakan meninggalkan, serta banyaknya praktik pewarisan terhadap orang hilang yang di persangkakan meninggal tersebut, seperti pada kasus co pilot Adam Air, yaitu FO.Yoga Susanto sebagai pewarisnya yang hilang karena kecelakaan pesawat. Maka permasalahan yang akan diteliti mengenai kedudukan harta kekayaan yang dapat di wariskan oleh pewaris menurut hukum Islam dan batas waktu penetapan orang yang hilang di persangkakan meninggal menurut hukum Islam. Penulisan Hukum ini menggunakan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis yaitu menggambarkan permasalahan hukum dalam fakta-fakta yang berupa data sekunder yang berhubungan dengan permasalahan diatas, sedangkan metode yang pendekatan yang digunakan secara yuridis normatif, yaitu metode pendekatan dengan menggunakan kaidah-kaidah hukum dengan menggunakan penelitian kepustakaan serta bagaimana implementasi dalam praktek. Analisa data dilakukan secara yuridis kualitatif agar setelah analisis dilakukan dapat ditarik kesimpulan untuk menjawab permasalahan yang diteliti. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa dalam pembagian warisan harta kekayaan menurut hukum islam dapat dilakukan apabila pewaris telah meninggal dunia dan ahli waris mendapatkan hak-haknya setelah di kurangi oleh biaya-biaya hutang pewaris dan bahwa batas waktu orang hilang yang di persangkakan meninggal adalah setelah (3) kali pemanggilan pengadilan atau dalam kurun waktu minimal (4) tahun tidak dapat diketahui keberadaanya maka dapat dinyatakan meninggal oleh hakim melalui penetapan pengadilan. Kata Kunci : waris, hukum islam, pesawat hilang,

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2012
Depositing User: Ramadhan S -
Date Deposited: 18 Aug 2016 15:21
Last Modified: 18 Aug 2016 15:21
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/9236

Actions (login required)

View Item View Item