PERBUATAN MAIN HAKIM SENDIRI MASYARAKAT TERHADAP PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGIS

Tedi Supriyadi, 181000344 (2022) PERBUATAN MAIN HAKIM SENDIRI MASYARAKAT TERHADAP PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGIS. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
A. COVER.pdf

Download (29kB) | Preview
[img]
Preview
Text
F. BAB I.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
G. BAB II.pdf

Download (207kB) | Preview
[img] Text
H. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (174kB)
[img] Text
I. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (172kB)
[img] Text
J. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20kB)
[img]
Preview
Text
K. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (237kB) | Preview

Abstract

Perbuatan main hakim sendiri adalah tindakan untuk melaksanakan hak menurut kehendak sendiri yang bersifat sewenang-wenang, tanpa persetujuan pihak lain yang berkepentingan. Pada hakikatnya tindakan menghakimi sendiri ini merupakan pelaksanaan sanksi oleh perorangan dan tindakan tersebut jelas merupakan pelanggaran hukum dan bertentangan dengan negara indonesia sebagai negara hukum yang mana segala tindakan-tindakan dan perbuatan harus berlandaskan hukum, hal tersebut sesuai dengan Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945. masyarakat sebagai subyek hukum haruslah menyadari perbuatan main hakim sendiri merupakan salah satu perbuatan yang tidak dibenarkan oleh hukum, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang dipandang dari sudut kriminologi hukum khususnya dalam penelitian ini untuk mengetahui sebab-sebab masyarakat melakukan tindakan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan yuridis empiris, yaitu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk dapat melihat hukum dalam artian nyata serta meneliti bagaimana bekerjanya hukum di suatu lingkungan masyarakat, penelitian hukum yang diambil ialah dari fakta-fakta yang ada didalam suatu masyarakat, badan hukum atau badan pemerintahan. Adapun spesifikasi penelitian yaitu metode deskriptif analistis dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi dokumen dan studi wawancara dan dianalisis secara yuridis kualitatif Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa Yang melatarbelakangi masyarakat melakukan tindakan main hakim sendiri yaitu faktor emosional, faktor kesadaran hukum yang rendah, faktor lingkungan, faktor ekonomi dan faktor ikut-ikutan. Upaya yang dapat dilakukan agar tindakan main hakim sendiri dapat dicegah yaitu dapat dilakukan dengan dua langkah antara lain upaya preventif memberikan edukasi penyuluhan hukum kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, bekerja sama dengan tokoh masyarakat tokoh pemuda dalam upaya penanggulangan tindak pidana masyarakat. Sedangkan upaya represif terhadap perbuatan main hakim sendiri dengan cara melalui tindakan pemberian hukuman agar memberikan efek jera. Kata kunci : Main hakim sendiri, Penganiayaan, Kriminologi

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2022
Depositing User: Mr Hadiana -
Date Deposited: 15 Nov 2022 07:33
Last Modified: 15 Nov 2022 07:33
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/61249

Actions (login required)

View Item View Item