IMPLEMENTASI ASAS LEX SPECIALIS DEROGAT LEGI GENERALI PERKARA PEGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 HUBUNGANNYA DENGAN KEPASTIAN PENEGAKAN HUKUM

: Lasta Pebruani Pakpahan, NPM : 178040033 (2020) IMPLEMENTASI ASAS LEX SPECIALIS DEROGAT LEGI GENERALI PERKARA PEGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 HUBUNGANNYA DENGAN KEPASTIAN PENEGAKAN HUKUM. Thesis(S2) thesis, PERPUSTAKAAN PASCASARJANA.

[img] Text
artikel Lasta Pebruani Pakpahan.docx

Download (356kB)

Abstract

Dewasa ini kekerasan terhadap istri semakin meningkat, baik dalam bentuk kekerasan fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Kekerasan terhadap istri dalam rumah tangga merupakan segala perilaku yang dilakukan oleh suami terhadap istri yang sifatnya menyakiti, baik secara fisik, emosi (psikologis), dan seksual sehingga menyebabkan istri hidup dalam situasi keseharian yang menyakitkan. kasus kekerasan terhadap perempuan khususnya dalam rumah tangga terus mengalami peningkatan. bahwa tidak adanya atau tidak efektifnya penanganan dan perlindungan terhadap korban tindak kekerasan terhadap istri terlebih Iagi hukum di Indonesia belum ada yang memakai istilah kekerasan terhadap perempuan (istri), umumnya masih memakai KUHP yang dikonotasikan dengan kejahatan terhadap kesusilaan, dan masih adanya bias gender. Dengan lahimya Undang-undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, setidaknya ada titik terang untuk melindungi hak-hak perempuan dan sebagai altematif dalam pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan (istri). Permasalahan yang terdapat dalam thesis ini adalah : bagaimana Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Wanita Berdasarkan KUHP dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga?, bagaimana akibat hukumnya jika asas lex specialis derogat legi generali dikesampingkan oleh penegak hukum? Bagaimana penerapan asas lex specialis derogat legi generali dalam menangani perkara dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga? Metode penelitian ini adalah meliputi spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis yaitu uraian realitas, metode pendekatan yuridis normatif yaitu mengkaji data, tahap penelitian dengan studi kepustakaan dan penelitian lapangan, tekhnik pengumpulan data difokuskan dengan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan, alat pengumpul data dengan studi kepustakaan dan analisis data menggunakan yuridis kualitatif. Kesimpulan dalam skripsi ini adalah : Tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dalam UU PKDRT merupakan tindak pidana khusus, dimana perumusan pasal 44 ayat (4) (tindak pidana kekeasan pisik), Pasal 45 (tindak pidana kekerasan psikis) dan Pasal 46 (tindak pidana kekeasan seksual) berkaitan dengan perumusan pasal 51, 52 dan 53 dengan undang-undang yang sama merupakan delik aduan yang secara tegas menyebutkan bahwa kekerasan dan psikis dapat dilakukan oleh suami terhadap istri atau sebaliknya, oleh istri terhadap suami, Asas lex specialis derogat legi generali dipakai untuk mengatasi konflik antara UU yang lebih luas substansi pengaturannya berhadapan dengan UU yang lebih sempit substansi pengaturannya maka daripada itu asas lex sepecialis tidak boleh dikesampingkan oleh para penegak hukum di Indonesia ,Pemberlakuan dua hukum tentu akan menimbulkan kekacauan dalam penegakan hukum apalagi jika aparat penegak hukum belum memiliki esensi terhadap korban khususnya korban kekerasan dalam rumah Kata Kunci : Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Asas Lex Specialis Derogat Legi Generali

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Subjects: RESEARCH REPORT
Divisions: Pascasarjana > S2-Ilmu Hukum 2018
Depositing User: Unnamed user with email lusiawati773@gmail.com
Date Deposited: 21 Sep 2020 04:54
Last Modified: 21 Sep 2020 04:54
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/48838

Actions (login required)

View Item View Item