STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN BERBASIS ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) DI SENTRA INDUSTRI DAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG

Dindin Abdurohim BS, NIDN. 0402087102 (2020) STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN BERBASIS ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) DI SENTRA INDUSTRI DAN PERDAGANGAN KOTA BANDUNG. WIRAUSAHA Jurnal Ilmu Administrasi bisnis, 4 (3). pp. 338-360. ISSN 1693-234X

[img] Text
2. Wirausaha Vol.4, No.3, Juli 2009 Hal 338-360.docx

Download (0B)
[img] Text
2. Wirausaha Vol.4, No.3, Juli 2009 Hal 338-360 COVER.pdf

Download (0B)

Abstract

Revitalisasi Sentra di Kota Bandung diarahkan dalam meningkatkan daya saing daerah dengan memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat dengan memperhatikan Potensi Daerah. Salah satu konsep yang dapat diterapkan dan mendukung peningkatan potensi daerah atau local yaitu konsep “One Village One Product” (OVOP), dimana Ovop juga merupakan inovasi dari pengembangan produk yang bersifat informatif. Konsep ini merupakan gerakan untuk membangkitkan daerah dengan memproduksi barang selain dipasarkan didaerah akan tetapi bisa di ekspor dengan cara memanfaatkan sumber daya dan kebudayaan di daerah tersebut yang ditetapkan sendiri oleh masyarakat daerah yang bersangkutan.Konsep ini telah diuji cobakan dalam bentuk program di berbagai Negara dan terbukti sukses, konsep One Village One Product (OVOP) juga tertuang dalam peraturan Menperin Nomor 78/M-IND/PER/9/2007 pada 28 September 2007 tentang peningkatan efektivitas pengembangan industri kecil dan menengah (UKM) melalui pendekatan satu desa satu produk sentra.TujuanPenelitian : 1) Memetakan Produk Unggulan berbasis One Village One Product (OVOP) di Kota Bandung. 2) Memetakan kondisi produk unggulan baik secara internal dan ekternal berbasis One Villageone Product (OVOP) disentra Industri dan Perdagangan Kota Bandung. 3) Menetapkan Strategi yang tepat bagi produk unggulan berbasis One Village One Product (OVOP) di sentra Industri dan Perdagangan Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif komparatif dan verifikatif dengan teknik survey, Metode Analisis: 1) Stategic Factors Analysis Summary (SFAS) Matrix, 2) Product Life Cycle (PLC) / Siklus Hidup produk. Populasi dan Sampel : yaitu meliputi indutri kecil di (6) enam kecamatan dan (9) sembilan kelurahan yang dilakukan secara proporsional sebesar 10% dari populasi. Kesimpulan : Penelitian terhadap sentra industry dan perdagangan di Kota Bandung yang meliputi sentra sablon di suci, sentra rajutan di binong jati, sentra kain di cigondewah, sentra kulit dan industry sepatu di cibaduyut dan sentra jeans di cihampelas yang menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1) Hasil analisis lingkungan baik secara internal maupun secara ekternal di sentra-sentra industry dan perdagangan di kota Bandung menunjukan memiliki kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dikombinasikan untuk menghasilkan kelemahan menjadi kekuatan serta ancaman menjadi peluang. 2) Hasil analisis strategi PLC dan Porters menunjukan di sentra-sentra industry dan perdagangan Kota Bandung penerapan startegi – strategi yang berbeda. Secara keseluruhan strategi PORTER yang perlu dilakukan oleh adalah :a. Cost Focus yaitu menekan biaya-biaya yang tidak efisien, dan b. Differentiation Focus yaitu menciptakan produk-produk yanginovatif. Kata Kunci : Produk Unggulan Daerah, OVOP, dan Strategi.

Item Type: Article
Subjects: JOURNAL
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Niaga 2009
Depositing User: mr yogi -
Date Deposited: 16 Jul 2020 10:29
Last Modified: 16 Jul 2020 10:29
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/48239

Actions (login required)

View Item View Item