KOMPARATIF HUKUM PERBUATAN PELECEHAN SEKSUAL SECARA VERBAL MELALUI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA DAN FILIPINA SEBAGAI UNSUR PELANGGARAN KESUSILAAN

Devia Wahyu Pratami, - (2020) KOMPARATIF HUKUM PERBUATAN PELECEHAN SEKSUAL SECARA VERBAL MELALUI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA DAN FILIPINA SEBAGAI UNSUR PELANGGARAN KESUSILAAN. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Hukum Unpas.

[img]
Preview
Text
A. COVER.pdf

Download (24kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (200kB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (259kB)
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (221kB) | Preview
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (238kB)
[img] Text
bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (54kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (22kB) | Preview

Abstract

Perkembangan Kejahatan Seksual diantaranya Perbuatan Pelecehan Seksual secara verbal melalui media sosial Tindak pelecehan seksual secara verbal di dunia maya semakin meningkat. Dengan bentuk yang berbeda kata-kata yang dahulu diucapkan secara langsung, sekarang berubah bentuk menjadi tulisan. Rayuan dan godaan yang tidak menyenangkan di media sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara (chat, directmessage, dan komentar) masih sama mengganggunya dengan godaan dan siulan para oknum di jalanan. Di Indonesia pengaturan perbuatan kesusilaan diatur dalam KUHP namun tidak spesifik sebab KUHP tidak mengenal istilah pelecehan seksual. KUHP hanya mengenal istilah perbuatan cabul. Perbuatan pelecehan seksual melalui media sosial saat ini masuk dalam perbuatan melawan hukum yang menggunakan teknologi sebagai perbuatan melanggar pasal 27 ayat 1 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang tidak spesifik mengatur secara detail tentang macam dari perbuatan pelecehan seksual sedangkan di Filipina pengaturan pelecehan diatur secara rinci melalui undang undang safe space act. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah yuridis normatif penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data sekunder. Spesifikasi penulisan yang digunakan yaitu deskriptif analitis. Metode dan teknik pengumpulan data dalam Penelitian ini dilakukan dengan studi kepustakaan Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik yuridis kualitatif. Teori dan konsep yang digunakan di dalam penelitian ini adalah konsep perbandingan hukum dalam rangka penggunaan hukum pidana terkait unsur untuk mencegah terjadinya kejahatan kesusilaan yang memanfaatkan teknologi informasi. Hasil analisis dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa saat ini di Indonesia pengaturan hukum mengenai pelecehan seksual belum begitu jelas dikarenakan rancangan undang undang penghapusan kekerasan seksual belum disahkan sedangkan undang undang yang berlaku dalam mencegah perbuatan pelecehan seksual secara verbal melalui media sosial masih bersifat terbatas sedangkan di negara lain Filipina telah mensahkan undang undang anti pelecehan seksual yang disebut sebagai safe space act yang mengatur secara detail mengenai macam perbuataan jenis kategori yang berkaitan pelecehan seksual, Indonesia harus segera mensahkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Kata Kunci: Pelecehan Seksual, Kesusilaan, Media Sosial

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2018
Depositing User: Lilis Atikah
Date Deposited: 06 Feb 2020 09:24
Last Modified: 06 Feb 2020 09:24
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/47526

Actions (login required)

View Item View Item