PENYESUIAN DIRI DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI MELONG KIDUL KELURAHAN CIKAWAO KOTA BANDUNG

MARIA KRISTINA VERONIKA COROPUNG, 152020076 (2019) PENYESUIAN DIRI DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI MELONG KIDUL KELURAHAN CIKAWAO KOTA BANDUNG. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
BAB II-converted.pdf

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I-converted.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover-converted.pdf

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA-converted.pdf

Download (35kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR [ENGESAHAN.pdf

Download (793kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK-converted.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Penyesuian diri dalam masyarakat multikultural di melong kidul kelurahan cikawao kota Bandung”. Penyesuian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Masyarakat multikultural adalah membicarakan tentang masyarakat negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas seperti Kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam kesederajatan.Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan dan mendeskripsikan mengenai penyesuain diri dalam masyarakat multikultural, faktoR yang mempengaruhi penyesuaian diri, serta bagaimana impilkasi praktis pekerjaan sosial dalam menangani konflik di kehidupan masyarakat multicultural Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Melong Kidul Kelurahan Cikawao Kota Bandung. Informan penelitian adalah masyarakat lokal, mahasiswa pendatang dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi non partisipan. Hasil penelitian secara kualitatif dengan menggunakan analisis koding dan kategorisasi serta keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri mahasiswa pendatang dan masyarakat lokal di melong kidul kelurahan Cikawao secara umum belum dapat menyesuiakan di lingkungan yang baru karena untuk menyesuiakan baru membutuhkan penerimaan kebudayaan di suatu lingkungan yang baru, apalagi di melong terdapat perbedaan kebudayaan yang dimiliki oleh berbagai daerah tidak memungkinkan untuk terjadi konflik, konflik tersebut dipicu oleh berbagai macam faktor yakni kesalahpahaman dalam berkomunikasi, mengkonsumsi minuman keras, memutar musik yang keras, melakukan pungutan liar, mencuri dan menerima tamu lebih dari 24 jam, berbagai faktor tersebut mengakibatkan adanya diskriminasi sosial dari masyarakat lokal. Rekomendasi ini ditujukan kepada mahasiswa pendatang, masyarakat lokal dan tokoh masyarakat. Kata kunci: Penyesuaian diri, masyarakat lokal.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Kesejahteraan Sosial 2015
Depositing User: Mr Iwan Ridwan Iwan
Date Deposited: 08 Oct 2019 06:08
Last Modified: 08 Oct 2019 06:08
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/45461

Actions (login required)

View Item View Item