OPTIMALISASI SANKSI PIDANA DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENYALAHGUNAAN MEDIA SOSIAL DI HUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 JO UNDANG UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK

Regi Agesti Sukmadiputra, 141000184 (2019) OPTIMALISASI SANKSI PIDANA DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENYALAHGUNAAN MEDIA SOSIAL DI HUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 JO UNDANG UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Hukum Unpas.

[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (216kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (96kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (18kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (71kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (411kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (19kB) | Preview
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (182kB)
[img]
Preview
Text
BAB 2.pdf

Download (326kB) | Preview

Abstract

Media sosial sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan dan perubahan masyarakat Indonesia, perubahannya pun beragam bisa membawa perubahan yang lebih baik, bahkan perubahan yang sangat burukpun bisa terjadi di media sosial. Akan tetapi dibalik berkembangnya teknologi informasi atau media sosial tidak sedikit memberi perkara-perkara yang berdampak positif dan negatif selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradabanmanusia, di sisi lain sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum. Begitu banyak problem sosial yang terjadi di media sosial. Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 jo Undang- Undang No. 19 tahun 2016 tentang ITE memilih mengacu model yang bersifat komprehensif artinya materi muatan yang diatur di dalamnya mencakup hal yang luas disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Optimalisasi Sanksi Pidana Dalam Upaya Pengendalian Penyalahgunaan Di Media Sosial Di Hubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Jo Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris bersifat deskriptif analitis dengan metode yuridis normatif. Tahapan penelitian ini terdiri dari, Penelitian kepustakaan (Library Research) yang berisi bahan hukum primer, sekunder, tersier, dan penelitian lapangan (Field Research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan (library study), dan studi lapangan (field study). Analisi data dianalisa secara yuridis kualitatif untuk mencapai kepastian hukum. Cybercrime dalam arti sempit adalah setiap tindakan ilegal yang dilakukan menggunakan peralatan elektronik yang ditunjukan pada keamanan sistem komputer dan pemprosesan data yang menggunakan komputer. Media Sosial adalah suatu media komunikasi dimana pengguna dapat mengisi kontennya secara bersama dan menggunakan teknologi penyiaran berbasis internet yang berbeda dari media cetak dan media siaran tradisional. Penecemaran nama baik melalui media sosial dan ujaran kebencian (Hate Speech) yang sebelumnya bukanlah tindak pidana melalui beberapa terobosan dan perluasan dalam hal asas-asanya beserta sanksi pidanaya. Dalam menangani berbagai kasus aparat penegak hukum baik Hakim, Jaksa, maupun Polisi seringkali mempunyai perbedaan persepsi maupun penafsiran hukum meskipun landasan hukum untuk menangani kasus yang digunakan sudah sama. Fungsi hukum itu sendiri adalah untuk mengatur seluruh kepentingan manusia. Sedangkan kepentingan manusia jumlahnya tidak terbatas dan seiring berjalannya waktu kepentingan manusia berubah-ubah dan terus berkembang. Kata Kunci: Kejahatan Dunia Maya, Teknologi Informasi, Media Sosial,

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2018
Depositing User: Lilis Atikah
Date Deposited: 02 Oct 2019 04:18
Last Modified: 02 Oct 2019 04:18
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/45020

Actions (login required)

View Item View Item