PERBANDINGAN SISTEM PEMIDANAAN DI BELANDA DENGAN DI INDONESIA DALAM UPAYA PENANGGULANGAN OVER CAPACITY LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) DI INDONESIA

Resi Maldini, 151000096 (2019) PERBANDINGAN SISTEM PEMIDANAAN DI BELANDA DENGAN DI INDONESIA DALAM UPAYA PENANGGULANGAN OVER CAPACITY LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) DI INDONESIA. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Hukum Unpas.

[img] Text
BAB III INSHA ALLAH BENER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (224kB)
[img] Text
BAB IV INSHA ALLAH BENER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (125kB)
[img] Text
BAB V INSHA ALLAH BENER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (38kB)
[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (29kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA BENER.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI BENER.pdf

Download (29kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I INSHA ALLAH BENER.pdf

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II INSHA ALLAH BENER.pdf

Download (308kB) | Preview

Abstract

Sistem Pemidanaan merupakan pelaksanaan sanksi pidana bagi seseorang yang telah melakukan tindak pidana. Sistem pemidanaan yang dilaksanakan di Indonesia tidak berjalan sebagaimana mestinya hal ini ditandai dengan adanya dampak over capacity Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dampak tersebut timbul karena pelaksanaan pemidanaan di Indonesia yang sangat mengandalkan pidana penjara untuk menghukum para pelaku kejahatan. Berbeda dengan Belanda yang menerapkan sistem penjara bagi mereka yang melanggar kejahatan serius, sehingga dampaknya penjara atau lapas di Belanda hampir sebagian besar tutup. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dirumuskan masalah mengenai, Bagaimana sistem pemidanaan yang berlaku di Indonesia dalam mencapai tujuan pemidanaan?Bagaimana sistem pemidanaan yang berlaku di Belanda dalam mencapai tujuan pemidanaan?Bagaimana pembaharuan hukum mengenai sistem pemidanaan yang tepat dalam mencapai tujuan pemidanaan sehingga over capacity Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia dapat ditanggulangi? Metode penelitian dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan spesifikasi deskriptif-analitis dengan pendekatan Yuridis Normatif dan Yuridis Komparatif yaitu mengkaji data primer berupa data lapangan serta data sekunder yang diperoleh dari literatur.Penelitian kepustakaan digunakan untuk tahap penelitian skripsi ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis berupa inventaris, klasifikasi, dan analisis data yang ada. Analisis data yang digunakan dalam skripsi ini adalah yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemidanaan di Indonesia masih memiliki banyak kekurangan, hal tersebut terlihat dengan adanya over capacity Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 10 yang masih berkonsentrasi pada pidana penjara. Berbeda dengan Belanda untuk beberapa tindak pidana ringan dikenakan sanksi denda atau sanksi kerja sosial, hal tersebut meminimalisir penuhnya penjara bahkan belasan penjara tutup di Belanda. Melihat dari perbandingan tersebut, perlu diadakannya pembaharuan hukum di Indonesia agar lebih maksimal dalam mengatasi masalah over capacity Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) demi terciptanya keadilan hukum di Indonesia. Kata Kunci: Sistem Pemidanaan, over capacity lapas, perbandingan hukum

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2018
Depositing User: Lilis Atikah
Date Deposited: 05 Sep 2019 14:42
Last Modified: 13 Sep 2019 06:09
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/42943

Actions (login required)

View Item View Item