PERAN NCB-INTERPOL INDONESIA DALAM PROSES EKSTRADISI PELAKU KEJAHATAN TRANSNASIONAL (Studi Kasus: Ahmad Zia Alizadah)

Silvya Fitri Ramadhani, 142030041 (2019) PERAN NCB-INTERPOL INDONESIA DALAM PROSES EKSTRADISI PELAKU KEJAHATAN TRANSNASIONAL (Studi Kasus: Ahmad Zia Alizadah). Skripsi(S1) thesis, PERPUSTAKAAN.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (103kB)
[img] Text
COVER.pdf

Download (68kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (161kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (96kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (380kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN Silvya.pdf

Download (135kB)

Abstract

NCB-Interpol Indonesia adalah salah satu Biro yang berada dalam struktur organisasi Divisi Hubungan Internasional Polri (Divhubinter Polri) yang bertugas untuk melaksanakan kerjasama internasional terkait penanganan kejahatan transnasional maupun internasional. Dalam menangani kejahatan transnasional NCB-Interpol Indonesia menggunakan sarana kerjasama melalui sistem komunikasi global Interpol (I-24/7) dan menggunakan Interpol notice. Salah satu Interpol notice yang berperan dalam penanganan kejahatan transnasional adalah Interpol red notice. Interpol red notice diterbitkan keseluruh NCB-Interpol (negara anggota Interpol) untuk mencari buron yang akan dimintakan ekstradisinya. Dalam hal ini NCB-Interpol Indonesia menerima Interpol Red Notice dari pihak Australia terhadap Ahmad Zia Alizadah, yang kemudian dimintakan ekstradisinya atas tindakan kejahatan People Smuggling yang dilakukannya pada kurun waktu dari tahun 2009 sampai 2010. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengentahui, mengeksplorasi dan mendeskripsikan kedudukan, tugas dan fungsi NCB-Interpol Indonesia. Bagaimana Modus Operandi (MO) yang dilakukan oleh Ahmad Zia Alizadah dalam kejahatan People Smuggling. Lalu, bagaimana tuntutan Australia (negara tujuan penyelundupan) terhadap kejahatan People Smuggling yang dilakukan oleh Ahmad Zia Alizadah. Serta bagaimana peran NCB-Interpol Indonesia dalam proses ekstradisi pelaku kejahatan People Smuggling Ahmad Zia Alizadah. Penelitian ini diharapkan berguna untuk menambah khasanah pengembangan ilmu hubungan internasional, khusunya menyangkut keamanan internasional. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif analis, dengan mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah-masalah sebagaimana pada saat penelitian, hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya, dimana metode ini digunakan untuk menjelaskan sejauh mana peranan NCB-Interpol Indonesia dalam proses ekstradisi pelaku kejahatan People Smuggling Ahmad Zia Alizadah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, Peran NCB-Interpol Indonesia sebagai fasilitator dan mediator pada tahap pra Ekstradisi berjalan efektif dan dalam proses ekstradisi Ahmad Zia Alizadah, pada dasarnya Australia sebagai negara peminta ekstradisi telah mengikuti prosedur ekstradisi berdasarkan UU No. 1 Tahun 1979, sehingga secara prosedural dapat mempermudah proses ekstradisi. Walaupun dalam prakteknya terjadi hambatan dengan adanya penolakan ekstradisi terhadap Ahmad Zia Alizadah oleh pihak keluarganya, tetapi pada akhirnya pelaksanaan ekstradisi Ahmad Zia Alizadah kepada Australia dapat terlaksana pada tanggal 17 Juli 2017 berdasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 17 Tahun 2015 dan berdasarkan Asas Double Criminality. Kata kunci: NCB-Interpol Indonesia, People Smuggling, Ekstradisi.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2014
Depositing User: ms Maoudy Nuraeni -uh
Date Deposited: 15 Mar 2019 03:52
Last Modified: 15 Mar 2019 03:52
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/41738

Actions (login required)

View Item View Item