PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG SUKUN DAN SUHU DENGAN WAKTU PEMANGGANGAN TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT

Ardyan Rizkia Maulana, 133020121 and Yudi Garnida, DS and Hasnelly, DS (2019) PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG SUKUN DAN SUHU DENGAN WAKTU PEMANGGANGAN TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Teknik Unpas.

[img]
Preview
Text
Ardyan Rizkia Maulana_133020121_Teknologi Pangan.pdf

Download (392kB) | Preview
Official URL: http:/www.teknik.unpas.ac.id

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung terigu dengan tepung sukun dan suhu dengan waktu pemanggangan terhadap karakteristik kimia biskuit yang dihasilkan dan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung terigu dengan tepung sukun dan suhu dengan waktu pemanggangan terhadap karakteristik organoleptik biskuit yang dihasilkan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan ulangan sebanyak 2 kali. Adapun faktor yang digunakan adalah perbandingan tepung terigu dengan tepung sukun (P) yang terdiri dari p1 = tepung terigu tanpa tepung sukun, p2 = tepung sukun tanpa tepung terigu, p3 = tepung terigu : tepung sukun (2 : 1), p4 = tepung terigu : tepung sukun (1 : 1), p5 = tepung terigu : tepung sukun (1 : 2) dan suhu dengan waktu pemanggangan (S) yang terdiri dari s1 = 100oC dengan waktu 30 menit, s2 = 130oC dengan waktu 25 menit, s3 = 160oC dengan waktu 15 menit. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, konsentrasi gula stevia yang terpilih adalah konsentrasi gula stevia 5% dengan rata-rata penilaian aroma 5,53; rasa 5,60; tekstur 5,60; dan warna 5,37. Berdasarkan hasil penelitian utama dapat disimpulkan bahwa perbandingan tepung terigu dan tepung sukun berpengaruh terhadap karakteristik organoleptik biskuit (aroma, rasa, tekstur, warna) juga berpengaruh terhadap karakteristik kimia biskuit (kadar air, kadar protein, kadar serat kasar), suhu dengan waktu pemanggangan berpengaruh terhadap karakteristik organoleptik biskuit (aroma, tekstur, warna) juga berpengaruh terhadap karakteristik kimia biskuit (kadar air, kadar protein, kadar serat kasar), dan interaksi antara perbandingan tepung terigu dengan tepung sukun dan suhu dengan waktu pemanggangan berpengaruh terhadap karakteristik organoleptik biskuit (aroma, tekstur, warna) juga berpengaruh terhadap karakteristik kimia biskuit (kadar air, kadar protein, kadar serat kasar). Produk biskuit terbaik yaitu biskuit p4s1 (tepung terigu 1 : 1 tepung sukun, suhu 100oC dengan waktu 30 menit) yang berdasarkan pengujian organoleptik menghasilkan rata-rata penilaian aroma 4,12; rasa 5,45; tekstur 5,72 dan warna 5,65. Selain itu berdasarkan pengujian karakteristik kimia dihasilkan nilai rata-rata kadar serat kasar sebesar 2,72%, kadar air sebesar 3,39% dan kadar protein sebesar 8,52%. Kata Kunci: karakteristik biskuit, perbandingan tepung, suhu pemanggangan

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pangan 2018
Depositing User: Ms sri -
Date Deposited: 20 Feb 2019 07:56
Last Modified: 20 Feb 2019 07:56
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/40679

Actions (login required)

View Item View Item