KERJASAMA INDONESIA- JERMAN DI BIDANG ENERGI PANAS BUMI (GEOTHERMAL) DAN KAITANNYA DENGAN GEOTHERMAL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DI INDONESIA

Nur Muchalis 08203001 7, NUR (2016) KERJASAMA INDONESIA- JERMAN DI BIDANG ENERGI PANAS BUMI (GEOTHERMAL) DAN KAITANNYA DENGAN GEOTHERMAL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DI INDONESIA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

Full text not available from this repository.

Abstract

Energi Yang merupakan tenaga penggerak Industri dan juga kehidupan manusia, maka banyak dibutuhkan. Tetapi sumber energi yang berasal dari fosil seperti minyak atau batu bara makin lama makin berkurang.Terutama, setelah terjadi krisis energy minyak dunia pada tahun 1973, banyak Negara kebutuhan akan energy sumber daya alternative selain yang berasa dari fosil minyak makin lama makin betumbuh. Indonesia, selah satu Negara didunia mempunyai banyak gunung-gunung api yang masih terhitung aktif dan daya sumber energy panas bumi dalam kedalaman yang dangka dibawah permukaan bumi. Di Indonesia terdapat potensi energy panas bumi di berbagai daerah di Indonesia. Indonesia mempunyai sumber energy panas bumi yang melimpah dengan potensi sekitar 27.000 Mw, energ panas bumi yang sebagian dari 40% cadangan dunia yang merupakan terbesar di dunia. Pemanfaatan energy panas bumi baru mencapai 900 Mw atau 4% dari kapasitas terpasang nasional. Kontribusi energi panas bumi dalam bauran energi nasional diharapkan mencapai 5% pada tahun 2025 atau sekitar 9500 MW sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). Hal ini berarti bahwa peningkatan pemanfaatan energi panas bumi rata-rata pertahunnya diharapkan mencapai 435 MW. Untuk memenuhi target tersebut, dari sisi hulu Badan Geologi melaksanakan survei dan eksplorasi panas bumi di seluruh wilayah hukum Indonesia. Total potensi terakhir sampai November 2007 adalah 27.441 MW dari 256 lokasi daerah panas bumi teridentifikasi. Namun, dari jumlah lokasi tersebut 62,1 % masih pada tahap penyelidikan pendahuluan, 32,04% pada tahap penyelidikan rinci, 3,13 % pada tahap pengeboran eksplorasi dan siap dikembangkan, dan baru 2,73% yang berproduksi. Dari data tiga tahun terakhir, peningkatan status potensi dari sumber daya ke cadangan pertahunnya rata-rata sekitar 250 MW yang berasal dari 5 sampai 6 lokasi panas bumi yang disurvei. Terlihat disini bahwa peningkatan ini lebih kecil dibandingkan dengan laju pengembangan panas bumi seperti yang ditargetkan dalam KEN. Selain itu, pada tahun 2014 produksi listrik panas bumi diharapkan juga berasal dari WKP baru. Dengan demikian diperlukan kerja keras dari berbagai pihak untuk mewujudkan target tersebut. Kata Kunci : Energi Panas Bumi, Potensi Panas Bumi, Pemanfaatan Energi Panas.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2012
Depositing User: Irawan Whibiksana
Date Deposited: 17 Mar 2016 07:55
Last Modified: 19 Mar 2016 03:43
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/393

Actions (login required)

View Item View Item