PENERAPAN PERENCANAAN AGREGAT (AGGREGATE PLANNING) UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI KAOS DI CV. MUTIA HAURA SAKTI BANDUNG

Dede Hikmatulloh, 124010276 (2017) PENERAPAN PERENCANAAN AGREGAT (AGGREGATE PLANNING) UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI KAOS DI CV. MUTIA HAURA SAKTI BANDUNG. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpas.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (381kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (6kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (25kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini ada lah untuk merekomendasikan cara - cara alternatif untuk membantu meningkatkan efisiensi biaya dalam proses produksi dengan menyediakan metode peramalan dan strategi perencanaan produksi yang lebih efektif yang seharusnya diterapkan oleh CV. Mutia Haura Sakti Bandung . CV. Mutia Haura Sakti Bandung adalah sebuah perusahaan home industry yang bergerak di bidang konveksi pembuatan pakaian atau lebih tepatnya kaos, kaos kaki, jaket dan topi dengan strategi yang digun akan yaitu menggunakan karyawan paruh waktu dan persediaan. Dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi dilakukan dengan menerapkan perencanaan agregat untuk mencari biaya yang paling efisien dalam perencanaan produksi. Perencanaan agregat bertujuan untu k mengembangkan suatu rencana produksi secara menyeluruh yang fleksibel dan optimal. Ada tiga strategi dalam perencanaan agregat yaitu Level Workforce Inventory (tingkat persediaan), Level Workforce Plus Overtime (pengendalian waktu lembur), dan Chase Dema nd ( Hire dan Lay - off) . Dan metode peramalan yang digunakan adalah Least Square karena menghasilkan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Square Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terkecil diantara metode yang lain yaitu sebesar 5.797, 68. 35 dan 19.174%. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dalam penggunaan 3 metode Level Workforce Inventory, Level Workforce Plus Overtime dan Chase Demand untuk produk kaos menghasilkan bia ya masing - masing sebesar Rp. 1.229. 5 00.000, Rp. 1.225.000.000 dan Rp. 1.226.000.000. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perencanaan yang lebih efisien yaitu dengan menggunakan Level Workforce Plus Overtime de ngan total biaya sebesar Rp. 1.225 .000.000. Kata Kunci : Perencanaan Agregat (Aggregate Planning) , Peramalan (Forecasting) , Efisiensi Biaya Produksi

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen 2012
Depositing User: Mr Farid -
Date Deposited: 09 Oct 2017 07:04
Last Modified: 09 Oct 2017 08:42
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/30471

Actions (login required)

View Item View Item